PGRI Sebut Guru di Pandeglang Seluruhnya Sudah Dilantik PPPK
![]() |
| Ketua PGRI Kabupaten Pandeglang, Sutoto memberikan sambutan dalam Konferensi Cabang PGRI Kecamatan Carita, di salah satu rumah makan, Senin (29/12/2025). |
KRAKATAURADIO.COM, CARITA - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pandeglang, Sutoto mengatakan, guru dan tenaga kependidikan di Pandeglang sudah seluruhnya dilantik menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) baik itu paruh waktu maupun penuh waktu.
Hal itu disampaikannya usai menghadiri Konferensi Cabang PGRI Carita, di salah satu rumah makan, Senin (29/12/2025).
“Kalau kita sudah tuntas, ya. Kalau guru itu ada 1.735 guru, baik itu guru TK, guru SD, maupun guru SMP. Kemudian ada 1.333 tenaga kependidikan, termasuk di dalamnya operator, itu selesai. Jadi per Desember sekarang ini, sesuai dengan Undang-Undang 20 Tahun 2023, maka tidak ada honorer,” kata dia.
Pria yang menjabat Kepala Bappeda Pandeglang ini mengaku terus mendorong agar PPPK paruh waktu ini memiliki jangka waktu tidak hanya satu tahun.
“Kita dorong sih tidak hanya satu tahun. Karena ini untuk jangka waktu minimal 5 tahun lah. Mungkin pengertian satu tahun itu karena penempatan. Jadi penempatan dengan penghasilannya kategori masuknya rendah, kemudian penempatannya yang terlalu jauh, ini perlu dievaluasi gitu. Konteksnya begitu. Maka- maka harus ditempatkan di tempat semula, tidak lagi di tempat yang terlalu jauh, gitu,” paparnya.
Terkait dengan kepengurusan Cabang PGRI di Pandeglang, lanjutnya, dari 35 Kecamatan sudah terisi sebanyak 75 persen. Sisanya akan dituntaskan di akhir tahun ini.
“Sudah hampir 75 persen lah. Ya, tinggal 25 persen lagi dari 35 kecamatan, semua akan selesai pada akhir Desember ini targetnya,” ucap dia.
Baca: UMP Banten 2026 Ditetapkan Naik 6,74 Persen Jadi Rp 3,1 Juta
Baca: Pemprov Banten Berlakukan Larangan Kembang Api di Pergantian Tahun Baru
Ia berpesan, dari kepengurusan yang telah memiliki ketua cabang agar dapat mendorong PGRI menjadi organisasi profesi yang dapat memperjuangkan kesejahteraan guru.
Ditempat sama, Ketua PGRI Carita periode 2025-2030, Ahmad Fahroji Spd mengatakan, dalam Konferensi Cabang telah dilakukan pemilihan ketua dan pengurus harian.
Dengan dipilihnya ia menjadi Ketua PGRI Carita yang baru, ia mengaku siap menjalankan amanah tersebut dengan membangun komitmen dan kolaborasi serta bersinergi dengan pihak lain agar ke depan dapat lebih solid dan maju.
“Kita hanya melanjutkan program yang baik-baik karena Carita ini kepengurusan yang kemarin itu sudah bisa menoreh prestasi di kabupaten, termasuk adalah tiga terbaik. Keduanya juga ada kategori guru yang berakhlak juga masuk. Ke depan itu nanti harus ada kategori-kategori yang lain untuk bisa berprestasi,” ungkapnya.
Selain itu, lanjutnya, dirinya akan melanjutkan tradisi berupa pemberian cinderamata 5 gram emas untuk guru yang purna bakti.
“Jadi setiap tahun itu mereka mengumpulkan untuk pemberian cindera mata yang purna bakti baik itu guru ataupun kepala sekolah. Jadi sejumlah 5 gram emas sebagai bentuk dedikasi pengabdian pada mereka,” imbuh dia. (Mudofar)

Tidak ada komentar