Banjir di Pandeglang Meluas, Ketinggian Capai 1 Meter
![]() |
| Kepala Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Ilman saat melaporkan kondisi banjir, Senin (12/01/2026). |
KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Bencana banjir di Kabupaten Pandeglang, Banten, dilaporkan meluas ke beberapa Kecamatan, Senin (12/01/2026). Di Desa Idaman, Kecamatan Patia, ketinggian lebih dari 1 meter.
Anggota Tagana Banten, Ade Mulyana mengatakan, wilayah Pandeglang mengalami banjir di beberapa titik akibat curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir. Ia menerangkan, banjir di Patia telah terjadi sebanyak lima kali. Banjir saat ini berlangsung dari tanggal 10 hingga 12 Januari dengan ketinggian air mencapai 120 cm.
“Untuk kejadian banjir itu dari kemarin-kemarin. Mungkin untuk Kecamatan Patia itu mungkin sudah lima kali terdampak ya. Ini sekarang saja masih banjir nih Patia dari tanggal 10 sampai tanggal 12 hari ini,” kata dia, Senin (12/01).
Ade menambahkan, wilayah lainnya yang terdampak banjir yakni Kecamatan Labuan mencakup Desa Teluk dan Kalanganyar, Kecamatan Sumur mencakup Desa Kertajaya, Kertamukti, dan Sumberjaya. Kecamatan Cigeulis mencakup Desa Sinarjaya, Kecamatan Bojong dan kecamatan lainnya.
Selain itu, tanah longsor dan rumah ambruk juga dilaporkan relawan akibat angin kencang yang membuat pohon roboh. Menurut dia, debit air dilaporkan terus bertambah seiring hujan deras yang masih mengguyur wilayah hulu hingga wilayah hilir di Pandeglang.
“Penyebab utama dari luapan air sungai yang dipicu oleh sedimentasi serta tumpukan sampah,” ujarnya.
Baca: Swadaya Perbaiki Jalan, Warga Kalapa Cagak Minta Program Bang Andra
Baca: BKC Labuan Target Juara di Kejuaraan Karate Pandeglang
Sementara Kepala Desa Idaman, Kecamatan Patia, Ilman menuturkan, ketinggian air mengalami kenaikan signifikan dibandingkan hari sebelumnya. Kenaikan debit air tersebut membuat aktivitas warga lumpuh.
Ratusan rumah terendam banjir, sementara akses jalan desa terputus sehingga mobilitas warga terganggu.
“Di sini sedang keadaan banjir dari tanggal 10 hari Sabtu 2026 sampai tanggal 12 Januari 2026. Dan cuaca pun masih hujan. Padi pun sekarang pada kerendem, dan rumah-rumah pun pada kerendem. Ternak pun pada hilang entah ke mana,” ucap dia.
Ilman menambahkan, hingga Senin pagi kondisi cuaca masih hujan deras. Luapan air sungai pun terus bertambah. Ia berharap ada solusi jangka panjang agar Patia tidak menjadi langganan banjir tiap tahun.
“Semoga pemerintah bisa menangani banjir ini dan semoga secepatnya ditangani. Untuk itu kami mohon kepada pemerintah agar ada pelaksanaan tanggul banjir di bantaran sungai,” imbuhnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar