BUMDes Daya Mandiri Labuan Berencana Kembangkan Usaha

Monitoring dan evaluasi (Monev) terhadap BUMDes Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Senin (05/01/2026).

KRAKATAURADIO.COM, LABUAN - Pemerintah Kecamatan Labuan, melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ketahanan Pangan tahap 1 di Desa Labuan, Kabupaten Pandeglang, Senin (05/01/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mengawal perkembangan serta kemajuan BUMDes di wilayahnya.

 

Fokus monev kali ini pada BUMDes yang mendapatkan alokasi anggaran sebesar 20 persen dari total Dana Desa (DD) tahun 2025, yaitu sebesar Rp 315.717.000 juta. Alokasi yang signifikan ini ditujukan untuk mendorong sektor ketahanan pangan yang menjadi prioritas DD.

 

Direktur BUMDes Daya Mandiri Labuan, Nadia Karlinda Sari mengatakan, jenis usaha yang menjadi prioritas ketahanan pangan adalah di bidang peternakan. Rencana usaha yang direalisasikan meliputi peternakan bebek petelur.

 

Menurut dia, dari beberapa bulan berjalan, pihaknya sudah menjual telur dan mendapatkan keuntungan.

 

“Tadi menjelaskan anggaran di tahap satu, kegiatannya itu apa saja. Kalau keuntungan dari penjualan telur sih tadi saya melaporkan sekitaran 8 juta,” kata dia.

 

Ia menambahkan, dalam monev tersebut, pihaknya menyampaikan terkait laporan pertanggungjawaban. Selain itu terdapat perbaikan LPJ yang harus dimuat dalam berita acara. Adapun rencana ke depan, lanjutnya, BUMDes akan mengembangkan usaha lainnya.

 

“Pengembangan. Ikan lele, ikan nila, dan ikan gurame. Ada 14 kotak. Rencana satu kotaknya itu untuk lele sih di angka 5.000 bibit. Kalau untuk nila di angka 3.000-an lah. Percobaan dulu ya di tahun sekarang,” terangnya.

 

Baca: Rumah Warga Tertimpa Pohon, Puskesmas Labuan Gercep Tangani

 

Baca: SPPG Karya Bakti Siap Distribusikan MBG 8 Januari 2026

 

Sementara, perwakilan dari Tim Monev Kecamatan Labuan, Dedeh Herawati menuturkan, kegiatan monev yang dilaksanakan bersifat komprehensif. Tim Monev tidak hanya melakukan peninjauan langsung ke lokasi operasional untuk melihat kesiapan sarana dan prasarana, tetapi juga melakukan pemeriksaan mendalam terhadap administrasi dan laporan keuangan.

 

Selain itu, dilakukan pula evaluasi terhadap capaian kinerja yang telah diraih sejauh ini,” ucap dia.

 

Melalui monev ini, pemerintah berharap dapat mengidentifikasi secara detail berbagai kendala operasional yang dihadapi, sekaligus memetakan potensi yang dimiliki oleh BUMDes setempat.

 

“Dari hasil ini, nantinya dapat disimpulkan program yang tepat dan efektif untuk mengoptimalkan kinerja Bumdes. Tujuan akhirnya tidak lain adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui badan usaha milik desa ini,” tandasnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.