KSB Ajukan Proposal Isi Lumbung Sosial di 16 Kecamatan

Ketua FK KSB Provinsi Banten, Beni Madsira.

KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Relawan Kampung Siaga Bencana (KSB) Kabupaten Pandeglang, Banten, mengajukan proposal untuk mengisi kekosongan buffer stock di lumbung sosial (lumsos) di 16 Kecamatan.

 

Ketua Forum Komunikasi (FK) KSB Provinsi Banten, Beni Madsira mengatakan, pengajuan logistik bantuan ke Dinas Sosial (Dinsos) ini untuk mengisi kekosongan yang terjadi.

 

Menurut dia, secara administratif, kewajiban untuk mengadakan persediaan buffer stock untuk lumsos berada di tangan Dinsos Pandeglang. Namun jika terjadi kekosongan di tingkat kabupaten, pengajuan dilanjutkan ke Dinsos Provinsi Banten.

 

“Sebenarnya KSB ini pengajuan pertamanya itu adalah ke Dinas Sosial kabupaten Pandeglang. Kemudian ke Dinas Sosial provinsi kalau memang di Dinas Sosial Pandeglang ada kekosongan logistik,” kata dia, Selasa (06/01).

 

Ia menuturkan, berdasarkan evaluasi tahun lalu, ketersediaan logistik dari Dinsos Pandeglang dinilai kurang, sehingga KSB sering mendapat suplai langsung dari Dinsos Banten.

 

Pihaknya mengapresiasi respons cepat dari Provinsi Banten yang memungkinkan pengajuan langsung tanpa harus melewati alur birokrasi panjang yang berpotensi menghambat bantuan saat terjadi bencana.

 

Nah kalau misalkan harus kita memakai alur birokrasi melalui kecamatan, melalui Dinas Sosial Kabupaten misalkan ketika pengajuan ke provinsi, waduh repot kita kan. Pasti banyak sekali keluhan-keluhan dari masyarakat yang terkena dampak bencana,” terangnya.

 

Baca: BUMDes Daya Mandiri Labuan Berencana Kembangkan Usaha

 

Baca: Rumah Warga Tertimpa Pohon, Puskesmas Labuan Gercep Tangani

 

Dari total 18 lumsos di Pandeglang, pihaknya mengajukan pengajuan di 16 lumsos. Hal ini agar penyaluran bantuan segera diterima korban.

 

“Kalau kita inginnya kan respon cepat. Jadi jangan sampai kita nunggu viral dulu di medsos baru bantuan datang. Karena sekarang ini kan zamannya medsos. 1-2 jam kita telat memberikan bantuan respons cepat kepada warga masyarakat yang tertimpa musibah sudah langsung saja viral di media sosial, tidak ada perhatiannya pemerintah,” ungkap dia.

 

Beni menyebut, idealnya lumsos sudah diisi di awal tahun, mengingat dalam beberapa bulan ke depan potensi cuaca ekstrem diprediksi masih terjadi di wilayah Pandeglang.

 

Minimal 50 paket sembako untuk di buffer stock. Jadi Januari, Februari, Maret ini kan bisa tuh dari Januari di stok untuk sampai 3 bulan,” tandasnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.