SPPG Carita Punya Cerita Utamakan Bahan Baku Pangan Lokal

Perwakilan Yayasan Toha Asep Suherman, Fahru Rizal, M.Pd.

KRAKATAURADIO.COM, CARITA - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Carita Punya Cerita, mengutamakan penggunaan bahan baku pangan dari petani dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal.

 

Hal itu disampaikan perwakilan Yayasan Toha Asep Suherman, Fahru Rizal, M.Pd usai launching dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kampung Sambolo, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Pandeglang, Jumat (30/01/2026).

 

Menurut Rizal, 80 persen relawan SPPG merupakan warga lokal. Ia menegaskan, pasokan beras diambil langsung dari lumbung padi yang berada di depan dapur. Hal ini sesuai amanat Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memprioritaskan UMKM lokal.

 

Kita dengan lumbung padi yang ada di depan dapur SPPG Carita Punya Cerita sudah berkontrak. Ini adalah sebagai bentuk amanat dari Badan Gizi Nasional bahwa dilarang membeli ke pabrikasi dan lain sebagainya. Dan kebetulan di sini ada UMKM dekat dengan lumbung padi, kita akan prioritaskan ini,” kata dia.

 

Oleh karena itu, lanjutnya, pelaksanaan program MBG menjadi momentum untuk mengalihkan impor pangan ke penggunaan produk lokal sepenuhnya.

 

Adapun penyaluran MBG akan dimulai pada Senin, 2 Februari 2026. SPPG Carita Punya Cerita sendiri menyasar 1.300 penerima manfaat yang ada di Desa Cinoyong. Penerima prioritas meliputi ibu hamil, menyusui, balita (B3), serta peserta didik dari tingkat PAUD hingga SMK.

 

Terkait jalur distribusi yang penuh tantangan, pihaknya telah melatih relawan melalui program magang. Tiga unit armada disiapkan untuk menjangkau medan sulit di wilayah pegunungan Cinoyong.

 

Persiapannya kita sudah kemarin seluruh relawan sudah saya latih dulu di dapur yang lain untuk magang selama beberapa minggu agar pada saat proses pelaksanaan kita dimulai nanti di Minggu malam Senin ini, itu sudah benar-benar siap. Kemudian untuk medan yang terjal, misalkan dengan jalan yang sudah kita bayangkan ke wilayah gunung sana ke Cinoyong, kita sudah siapkan armada yaitu tiga armada untuk meng-cover kebutuhan SPPG Carita Punya Cerita ini,” terangnya.

 

Baca: Sukseskan HPN 2026, Pemprov Banten Libatkan Lintas OPD

 

Baca: Bupati Dewi Minta Program Unggulan Baznas RI

 

Ia menyebut, menu hari pertama sendiri ditentukan berdasarkan permintaan siswa saat sosialisasi, yaitu ayam chicken dengan pilihan buah pir. Pihaknya menyatakan terbuka terhadap masukan atau permintaan menu dari anak-anak.

 

Dalam launching pada hari ini juga disertai dengan kegiatan sosial berupa santunan kepada 17 anak yatim dan lebih dari 20 ibu jompo/janda tua di wilayah sekitar.

 

Dukungan penuh disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Carita. Ketua MUI Carita, Ustad Anhar Muhyani menyambut baik kehadiran SPPG karena dinilai membawa dampak positif bagi masyarakat. Selain diharapkan dapat mendorong perekonomian lokal, juga dapat meminimalisir tingkat pengangguran di wilayah tersebut.

 

Jadi kami dari Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Carita tentunya tetap memantau, bersinergi untuk bagaimana kita bisa saling bahu-membahu supaya ini bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan,” pungkasnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.