Jalan Pandeglang–Labuan Longsor, Lalulintas Sistem Buka Tutup
![]() |
| Kondisi jalan raya nasional ruas Labuan-Pandeglang, tepatnya di Desa Tegalwangi, Kecamatan Menes, mengalami longsor, Rabu (04/02/2026). |
KRAKATAURADIO.COM, MENES - Jalan raya nasional ruas Labuan-Pandeglang, tepatnya di Desa Tegalwangi, Kecamatan Menes, mengalami longsor pada Rabu 4 Februari 2026. Akibatnya, kemacetan panjang sempat terjadi dari kedua arah.
Diketahui, longsor ini telah terjadi sejak bulan Oktober 2025 lalu, namun tidak ada penanganan. Hanya terdapat pemberitahuan pekerjaan kontruksi dari kedua arah. Akibatnya longsor semakin besar dengan kedalaman sekitar 10 meter.
Titik longsor ini berada di tikungan antara Kananga dan Cipancur. Diduga longsor disebabkan curah hujan tinggi dan tonase kendaraan berat yang melintas di jalur tersebut.
Kini, longsor telah menggerus badan jalan hingga menyisakan satu lajur. Akibatnya, petugas memberlakukan sistem buka tutup untuk mengatur arus kendaraan yang melintas di lokasi kejadian.
Salah satu pengguna jalan, Ihya mengatakan, longsor di lokasi tersebut sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu. Namun, longsoran terus melebar hingga akhirnya menggerus separuh badan jalan.
“Longsornya memang sudah lama. Tadinya kecil, dan sekarang ini tambah lebar,” kata dia.
Baca: Disurati KPK, OPD di Banten Perkuat Pencegahan Korupsi
Baca: Sejarah Terukir, Atlet BKC Labuan Raih Juara Best Of The Best
Ia menjelaskan, longsor yang semakin meluas membuat kondisi jalan semakin rawan dilalui kendaraan besar. Situasi tersebut diperparah setelah sebuah truk fuso melintas.
Truk tersebut terperosok dan menghambat seluruh arus kendaraan dari dua arah. Kendaraan dari kedua arah sempat tidak dapat melintas dan harus menunggu proses evakuasi.
“Melintas truk fuso. Terus rodanya amblas di titik longsor. Proses evakuasi berjalan dan arus lalu lintas macet,” ujarnya.
Saat ini, jalur sudah bisa digunakan kendaraan baik itu roda dua maupun roda empat dengan sistem buka tutup jalan. (Mudofar)

Tidak ada komentar