Andra Soni Resmikan Jalan Penghubung Desa Majau-Mekarwangi di Pandeglang

Gubernur Banten, Andra Soni meresmikan ruas jalan Majau-Mekarwangi, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Senin (20/04/2026).

KRAKATAURADIO.COM, SAKETI - Senyum bahagia terpancar dari wajah warga Desa Mekarwangi, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang. Pasalnya akses ruas jalan Majau-Mekarwangi yang sebelumnya rusak parah, kini telah rampung diperbaiki dan diresmikan langsung oleh Gubernur Banten melalui program Bang Andra (Bangun Jalan Desa Sejahtera), Senin (20/04/2026).

 

Pembangunan jalan sepanjang 1,3 kilometer dengan lebar empat meter itu menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten Tahun 2025 sebesar Rp 3,84 miliar.

 

Konstruksi beton ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Banten dibawah kepemimpinan Gubernur Andra Soni dan Wakil Gubernur Dimyati Natakusumah dalam mempercepat pemerataan infrastruktur di wilayah selatan.

 

Kehadiran jalan yang mulus ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh warga dan menghidupkan urat nadi perekonomian lokal.

 

Antusiasme warga terlihat dari bentangan spanduk yang terpasang di sepanjang jalan baru tersebut. Salah satu spanduk bertuliskan 'Terima Kasih Bapak Gubernur Banten. Jalan Rusak Desa Majau - Mekarwangi Sudah Diperbaiki (Bang Andra Luar Biasa)'.

 

Gubernur Banten, Andra Soni menyampaikan bahwa Kabupaten Pandeglang menjadi salah satu fokus utama pembangunan infrastruktur jalan tahun ini.

 

“Intinya tahun ini kita laksanakan seperti tahun kemarin, ada 33 ruas jalan di anggaran murni. Kalau tahun lalu tuh total ada 61 ruas jalan se-Provinsi Banten, dan penerima manfaat paling banyak adalah Kabupaten Pandeglang sekitar 30 ruas jalan tambah satu jembatan,” kata dia.

 

Andra Soni menegaskan, kebijakan tersebut diambil demi memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya di wilayah yang selama ini belum tersentuh pembangunan secara optimal.

 

“Jalan desa memang bukan kewenangan Gubernur, kita kerjakan karena ingin bertanggung jawab bahwa negara hadir. Sudah terlalu lama masyarakat desa menghadapi kondisi jalan yang tidak layak,” ujarnya.

 

Baca: Ini Langkah Pemprov Banten dalam Upaya Efisiensi Energi dan Anggaran

 

Baca: KPID Banten Sosialisasikan Pemanfaatan AI dalam Siaran

 

Ia menjelaskan, pembangunan jalan ini tidak hanya berhenti di satu titik, melainkan akan terus dikoneksikan dengan wilayah lain guna membuka akses baru yang lebih luas.

 

“Ke depan akan tersambung ke desa-desa lain seperti Mekarwangi hingga wilayah Saketi-Bojong. Ini menjadi jalur alternatif yang akan memperlancar mobilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ucap dia.

 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Banten, Arlan Marzan menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur berfokus pada fungsi konektivitas yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di pelosok desa.

 

Pihaknya juga berpesan agar masyarakat turut menjaga kualitas jalan tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka waktu yang lama.

 

“Karena kan kadang-kadang pada saat pelaksanaan banyak yang belum paham, ketika beton belum kering sudah dilewati. Ini kan demi supaya masyarakat yang nanti akan memanfaatkan manfaat jalan ini mendapatkan dampak langsung ini bisa lebih lama lagi. Secara keindahan juga bagus,” pungkasnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.