Ini Langkah Pemprov Banten dalam Upaya Efisiensi Energi dan Anggaran

Gubernur Banten, Andra Soni.

KRAKATAURADIO.COM, SERANG - Menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Nomor 800.1.5/3349/SJ Tahun 2026 tentang Transformasi Budaya Kerja Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten telah menyiapkan beberapa langkah dan program.

 

Efisiensi penggunaan energi dan belanja operasional menjadi langkah strategis dalam menghadapi dinamika global yang berdampak pada kondisi ekonomi nasional hingga daerah.

 

Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan, dinamika global berdampak pada kondisi ekonomi. Hal ini mulai dari tekanan terhadap harga energi serta ketidakpastian ekonomi dunia yang berimbas hingga ke daerah.

 

“Penghematan penggunaan energi, terus upaya efisiensi kita terkait kegiatan-kegiatan yang masih bisa ditunda dan mengoptimalkan kegiatan-kegiatan yang berdampak langsung kepada masyarakat,” kata dia.

 

Masih menurut Andra Soni, Pemprov Banten juga melakukan pemetaan kendaraan dinas serta melakukan kajian transformasi kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik.

 

“Sementara kita belum ada pengadaan terkait dengan kendaraan listrik. Tapi suatu hari nanti, itu suatu keniscayaan. Khususnya kendaraan kepentingan publik seperti truk-truk sampah yang sudah berusia puluhan tahun,” ungkapnya.

 

Menurut dia, situasi global saat ini harus disikapi dengan bijak dan terukur. Andra Soni mengajak seluruh ASN di Provinsi Banten untuk menguatkan prinsip efisiensi dan efektivitas dalam bekerja.

 

Ia menekankan bahwa setiap program dan kegiatan pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta didukung dengan pola kerja yang adaptif dan berbasis digital.

 

“Serta memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal dalam kondisi apa pun,” ucap dia.

 

Baca: KPID Banten Sosialisasikan Pemanfaatan AI dalam Siaran

 

Baca: Wabup Iing Komitmen Percepatan Infrastruktur Jalan Melalui Kolaborasi

 

Selain itu, Andra Soni juga mengingatkan pentingnya penghematan energi di lingkungan perkantoran sebagai bagian dari budaya kerja baru ASN.

 

“Penggunaan listrik harus menjadi perhatian. Pastikan saat meninggalkan ruangan, lampu dan AC dimatikan. Ini langkah sederhana namun berdampak besar dalam menyikapi situasi global saat ini,” terangnya.

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Deden Apriandhi menambahkan, Pemprov Banten melakukan optimalisasi layanan bus jemputan pegawai. Hal ini sebagai bagian dari upaya efisiensi BBM dan anggaran serta transformasi budaya kerja ASN.

 

Kata dia, kebijakan ini tidak hanya berdampak pada penghematan anggaran, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan pola kerja ASN menuju sistem yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Termasuk upaya optimalisasi penggunaan sumber daya serta efisiensi belanja operasional.

 

“Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Banten dalam mendukung efisiensi anggaran yang hasilnya akan dialihkan untuk program-program prioritas yang menyentuh langsung masyarakat,” tandasnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.