SPPG Sukahati Resmi Launching, 1.200 Siswa Jadi Penerima Manfaat

Launching SPPG Sukahati Kalanganyar, di Desa Kalanganyar, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Rabu (15/04/2026).

KRAKATAUADIO.COM, LABUAN - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi menyapa para siswa di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang. Bertempat di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukahati Kalanganyar, peluncuran program ini dihadiri oleh jajaran Muspika Labuan sebagai bentuk sinergi menyukseskan program nasional, Rabu (15/04/2026).

 

Kepala SPPG Sukahati Kalanganyar, Krismanto Laia, ST, menjelaskan bahwa program ini sebenarnya sudah mulai berjalan (running) sejak Senin, 13 April 2026. Fokus utama tahap awal ini adalah menyasar jenjang pendidikan menengah pertama.

 

Untuk saat ini karena kesepakatan dengan koordinator kecamatan (Korcam), kami memfokuskan layanan di SMPN 2 Labuan. Jadi penerima manfaat saat ini mencapai 1.200 siswa. Mencukupi untuk pertama awal running,” kata dia.

 

Krismanto menekankan bahwa operasional dapur didukung oleh tenaga yang mumpuni. Sebanyak 50 personel dikerahkan, yang terdiri dari 47 relawan, ahli gizi dan akuntan guna memastikan distribusi makanan tepat waktu dan higienis.

 

Ini kan program besar. Komitmen saya adalah untuk membantu terutama ibu-ibu di sini jadi bisa menambah penghasilan. Karena adanya MBG ini, jadi orang tua tidak perlu lagi memberi uang jajan,” ujarnya.

 

Baca: Dinkes Pandeglang Gelar Baksos di 5 Titik, Sasar Target Pemeriksaan Kesehatan Nasional

 

Baca: Rangkaian Hari Jadi ke-152, Pemkab Gelar Bakti Sosial Kesehatan

 

Senada dengan Krismanto, owner atau perwakilan mitra MBG, Hafit Hikmah Rahmatullah menegaskan, bahwa aspek kesehatan relawan dan kualitas makanan menjadi prioritas utama. Mengingat aktivitas dapur yang dimulai sejak dini hari, pihaknya rutin memberikan multivitamin bagi para pekerja.

 

Yang kedua adalah kita juga konsen di juru masaknya, karena ini yang menjadi penentu sehingga anak-anak itu ketika makan variatif makanannya juga menarik gitu,” ucap dia.

 

Hafit juga menjelaskan adanya sistem mitigasi bagi siswa yang memiliki kebutuhan khusus atau alergi tertentu. Pihaknya melakukan penjaringan data dari sekolah untuk menyesuaikan menu.

 

Selain fokus pada gizi untuk menekan angka stunting, program ini berkomitmen penuh dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Hafit menyatakan pihaknya siap menyerap produk-produk dari UMKM lokal, terutama pedagang pasar di wilayah Labuan.

 

“Mimpi Presiden adanya gizi yang sangat luar biasa, tidak ada stunting. Terus kemudian kecerdasan anak juga luar biasa, tentu lapangan pekerjaan juga di tiap titik daerah juga bisa maksimal. Nah, sehingga target-target itu kita ikut bagian untuk menuntaskan,” pungkasnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.