PT BKI Perkuat Ekosistem Maritim Carita Lewat Transplantasi 1.000 Bibit Terumbu Karang
![]() |
| Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT BKI (Persero) kepada Kelompok Alam Bawah Laut (KABL) Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Rabu (13/05/2026). |
KRAKATAURADIO.COM, CARITA - Sebagai bentuk komitmen terhadap kelestarian lingkungan laut dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir, PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI menyalurkan bantuan transplantasi terumbu karang kepada kelompok Konservasi Alam Bawah Laut (KABL) Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang.
Program yang menjadi bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini bertujuan untuk memulihkan ekosistem laut sekaligus mendorong sektor pariwisata berkelanjutan di wilayah tersebut.
Kepala Unit TJSL PT BKI, Arif Bijaksana Prawiranegara menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari pilar lingkungan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau SDGs.
Ia menerangkan, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang maritim, BKI merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kelestarian laut yang menjadi fokus utama bisnis perusahaan.
“Kami di BUMN itu punya target yaitu bagaimana pemenuhan daripada SDGs. Nah, kami juga memiliki namanya pilar, salah satu pilar itu adalah lingkungan terkait dengan konservasi ini. Jadi tujuannya pemenuhan daripada TPB, itu tujuan utama kita, dan tujuan yang kedua adalah bagaimana kita ada kepedulian terhadap lingkungan, salah satunya berhubungan dengan laut supaya kita align dengan core business perusahaan yang berhubungan dengan laut,” kata dia saat ditemui di lokasi kegiatan, Rabu (13/05).
Dalam bantuan kali ini, PT BKI menyerahkan sekitar 20 rak media transplantasi yang dirancang khusus untuk mendukung pertumbuhan karang di titik koordinat yang telah ditentukan.
“Harapan kami dengan adanya penanaman terumbu karang ini, semakin banyak lingkungan yang bisa kita konservasi. Supaya kami juga berharap ekonomi sirkular itu berjalan di masyarakat,” paparnya.
“Bisa menarik wisatawan untuk melihat, apalagi kalau jenis-jenis koralnya itu jenis-jenis ini bisa sangat bagus sehingga mengundang orang untuk diving, snorkeling,” sambung dia.
Baca: Lepas 391 Jemaah Haji Kloter 17, Bupati Ingatkan Waspada Cuaca Panas
Baca: BGN Mulai Sidak SPPG di Pandeglang, Pastikan Program MBG Berjalan Lancar
Melalui sinergi ini, PT BKI berharap konservasi lingkungan laut dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata bahari yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Ditempat sama, Ketua KABL Desa Sukarame, Arip, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas konsistensi PT BKI. Menurut dia, program ini merupakan kolaborasi ketiga kalinya yang terjalin.
“Kita mendatangkan karang hias dari Binuangeun. Jadi artinya BKI ini fokus dan lebih peduli lagi dengan lingkungan terkait dengan terumbu karang yang berdampak besar kepada peningkatan ekologi dan ekonomi masyarakat Carita umumnya. Dari yang ditransplan hari ini itu 1.000 bibit karang,” ujarnya.
Penempatan terumbu karang sendiri dilakukan di titik koordinat yang telah mendapatkan izin kesesuaian pemanfaatan ruang laut dari Loka pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (PSPL) Serang.
Arip berkeyakinan, manfaat dari bantuan ini selain memperbaiki ekologi laut, keberadaan terumbu karang yang sehat diharapkan dapat menarik minat wisatawan untuk melakukan aktivitas snorkeling dan diving wisatawan, sehingga memutar roda ekonomi sirkular masyarakat Carita.
Pihaknya berkomitmen untuk melakukan perawatan rutin guna memastikan tingkat keberhasilan hidup karang tetap tinggi. Ia melanjutkan, dalam kegiatan hari ini, Dinas Pariwisata Provinsi Banten juga turut memberikan bantuan alat selam sebanyak 3 set bersama kompresor.
“Dari apa yang kita sudah laksanakan tidak semata-mata itu hanya ditransplan, disimpan, dan ditinggalkan. Tidak, karena memang karang ini apalagi ini mahal juga harganya, makanya kita harus lebih intens dalam menjaga dan merawat karang itu sendiri,” pungkasnya.
Sementara, Kepala Loka PSPL Serang, Santoso Budi Widiarto menegaskan pentingnya kegiatan tersebut berdasarkan prinsip ilmiah, perizinan, dan tata kelola ruang yang baik. Pihaknya mengaku akan memfasilitasi koordinasi teknis, verifikasi lapangan, pencatatan data dan monitoring pasca-transplantasi agar hasilnya dapat diukur dan dijadikan dasar kebijakan lanjutan.
“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor dan peran aktif masyarakat lokal. Saya mengajak pemerintah daerah, lembaga konservasi, akademisi, pelaku pariwisata, nelayan, dan sekolah untuk terus bekerja bersama dalam menerapkan praktik ramah lingkungan,” imbuh dia.
Ia menegaskan, partisipasi masyarakat adalah kunci agar manfaat restorasi dapat dirasakan berkelanjutan oleh generasi sekarang dan mendatang. (Mudofar)

Tidak ada komentar