Temuan Satgas MBG di Pandeglang, dari Kelayakan Menu Sampai IPAL
![]() |
| Wakil Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Pandeglang, Doni Hermawan. |
KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Satuan Tugas (Satgas) program Makan Bergizi Gratis (MBG) Pandeglang tidak main-main dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan MBG. Berdasarkan hasil aduan dan temuan Satgas di lapangan, mulai dari kelayakan menu sampai penataan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Wakil Satgas MBG Kabupaten Pandeglang, Doni Hermawan mengatakan, pihaknya terus intensif melakukan pengawalan operasional dan pelaksanaan program strategis Presdien Prabowo Subianto ini.
Melalui kolaborasi lintas sektor, pengawasan meliputi pemeriksaan laboratorium, uji klinis, hingga pembenahan sistem pembuangan limbah di setiap dapur pelayanan.
Asda Bidang Pemkesra Setda Pandeglang ini mengakui, beberapa aduan dan temuan di lapangan terkait kualitas menu yang kurang standar, aroma tak sedap pada makanan, hingga penataan IPAL.
“Yang jadi aduan itu adalah masalah IPAL. Masalah menu. Ada beberapa yang standarnya kurang bagus, juga ada beberapa yang (temuan) ulat, yang bau mungkin. Nah, itu yang lagi kita perbaiki bersama-sama dengan temen-temen di sana, dengan mitra,” kata dia, Jumat (22/05).
Temuan tersebut, lanjutnya, langsung direspons dengan cara evaluasi dan mengumpulkan para mitra dan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk melakukan perbaikan bersama.
“Makanya kita kumpulkan supaya keselarasan ini bisa nyambung untuk suksesnya dapur-dapur pelaksana MBG di Kabupaten Pandeglang,” terangnya.
Baca: KONI Tetapkan Banten Sebagai Tuan Rumah PON 2032
Baca: Satgas MBG Pantau Ketat Operasional 195 Dapur SPPG, 8 Titik Ditutup Sementara
Doni menerangkan, dari sisi kelayakan, sebanyak 183 petugas penjamah makanan telah mengikuti pelatihan resmi. Selain itu, 174 dapur telah masuk pendataan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL), dengan 146 di antaranya dinyatakan memenuhi syarat.
Proses uji laboratorium juga berkala dilakukan terhadap 145 SPPG dimana 142 dinyatakan memenuhi syarat.
“SPPG yang sudah terbit rekomendasi Dinkes 133, SLHS. Relawan yang sudah dilatih 9.084. Data diambil tanggal 12 Mei,” ucap Doni.
Ia menilai, dengan cakupan wilayah yang luas mencapai 35 kecamatan, keberhasilan program MBG di Kabupaten Pandeglang dinilai sangat bergantung pada sinergi multi-sektor.
Selain itu, Pemkab secara terbuka merangkul pihak lainnya untuk ikut andil dalam fungsi kontrol sosial dan pengawasan lapangan.
“Kalau ada permasalahan-permasalahan, maka kami bisa membantu menyelesaikan karena program ini adalah program pemerintah yang harus kita sukseskan bersama-sama,” imbuhnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar