BPS Pandeglang Latih 1.200 Petugas Sensus Ekonomi 2026
![]() |
| Pelatihan petugas Sensus Ekonomi 2026, di Mutiara Carita Cottages, Selasa (02/06/2026). |
KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pandeglang, secara maraton menggelar pelatihan bagi petugas Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026). Pelatihan ini berlangsung dari tanggal 2 sampai dengan 14 Juni 2026 guna memastikan seluruh petugas siap terjun ke lapangan untuk memotret peta perekonomian daerah secara akurat.
Kepala BPS Kabupaten Pandeglang, Ahmad Widjianto mengatakan, pelatihan dibagi menjadi tiga gelombang dengan durasi masing-masing tiga hari per gelombang.
Untuk memaksimalkan penyerapan materi, BPS menggunakan tiga Training Center (TC) di hotel berbeda yang tersebar di wilayah Pandeglang.
“Kita mau melakukan kegiatan nasional yang namanya Sensus Ekonomi 2026, itu yang dimulai insyaallah tanggal 15 Juni. Nah, karena konten ataupun materi kuesionernya atau itu cukup banyak pertanyaan yang harus ditanyakan ke responden nanti, ya tentunya para petugas harus kita lakukan pelatihan,” kata dia, Selasa (02/06).
Menurut dia, mengingat banyak materi pertanyaan dalam kuesioner SE 2026, maka petugas wajib memahami setiap detailnya melalui pelatihan tersebut. Salah satu pembeda utama pada SE kali ini adalah perpindahan total dari metode konvensional ke sistem digital.
Petugas, lanjutnya, tidak lagi membawa tumpukan dokumen, melainkan menggunakan aplikasi khusus pada gadget/smartphone masing-masing.
“Memahami kuesioner, memahami pertanyaan, termasuk juga memahami penggunaan aplikasi. Karena kita pendataan sekarang enggak pakai, enggak nanya lewat kuesioner kertas, tapi langsung pakai gadget, pakai aplikasi,” ujarnya.
Baca: Jemaah Haji Asal Pandeglang Bagikan Cerita di Tanah Suci
Baca: Gubernur Ajak Perkuat Komitmen Kebangsaan di Peringatan Hari Lahir Pancasila
Menurut dia, nantinya data yang dikirim akan masuk ke akun pengawas. Jika ditemukan kejanggalan, maka pengawas akan menolak dan mengembalikannya ke petugas untuk diperbaiki.
“Tapi kalau dianggap bersih ataupun pengawas ini clean, artinya tidak ini, pengawas akan meng-approve, me-submit juga. Nanti baru masuk ke server,” ucap dia.
Ia menerangkan, dalam SE 2026, BPS Pandeglang mengerahkan sekitar 1.200 petugas yang akan menyisir seluruh Desa dan Kelurahan di 35 kecamatan yang ada di Pandeglang.
Proses pencacahan lapangan ini dijadwalkan berlangsung selama 2,5 bulan, mulai 15 Juni hingga akhir Agustus 2026.
Petugas akan mendata seluruh bangunan, baik rumah tangga maupun tempat usaha. Seluruh sektor ekonomi akan dipotret, mulai dari pertanian, industri, perdagangan, jasa, konstruksi, pariwisata, perhotelan, hingga rumah makan.
“Kami mengimbau warga dan pelaku usaha di Pandeglang untuk menyambut baik kedatangan petugas SE 2026. Selain itu agar responden tidak perlu khawatir mengenai kerahasiaan data mereka,” tandasnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar