Catat Tanggalnya! Ini Jadwal Resmi Kepulangan 3 Kloter Jemaah Haji Asal Pandeglang

Ilustrasi kepulangan jemaah haji.

KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Pandeglang, resmi merilis jadwal kepulangan 930 jemaah haji yang terbagi dalam tiga kelompok terbang (kloter). Proses pemulangan gelombang kedua ini akan berlangsung bertahap mulai 20 hingga 28 Juni 2026, dengan titik pusat pemulangan di Pendopo Pandeglang.

 

Kepala Seksi Bina dan Pelayanan Haji Kemenhaj Pandeglang, Aden Soleh Iskandar menjelaskan, kloter 23 diisi oleh jemaah dari tiga wilayah sekaligus, yaitu Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kabupaten Pandeglang. Kloter pamungkas ini dijadwalkan mendarat pada 28 Juni 2026.

 

Kloter 23 itu tanggal 28 Juni untuk kepulangannya. Sementara untuk dua kelompok terbang sebelumnya, yakni kloter 13 dan 17, merupakan rombongan utuh dari Kabupaten Pandeglang,” kata dia, seperti dikutip dari rri.co.id.

 

Ia menerangkan, sebagai pembuka, kloter 13 akan mendarat perdana di Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu, 20 Juni, disusul oleh kloter 17 pada Rabu 24 Juni 2026.

 

Untuk keluarga jemaah silakan cek kembali jadwal kepulangan keluarganya, agar tidak salah tanggal,” ujarnya.

 

Pihaknya memastikan kesiapan panitia daerah dalam menyambut kepulangan jemaah sudah rampung disiapkan. Adapun untuk lokasi kepulangan akan dipusatkan di Pendopo Pandeglang.

 

Baca: Anggaran Pusat Terhambat, 5 Dapur MBG di Labuan Hentikan Operasional Sementara

 

Baca: Orang Tua Siswa Kecewa, Keluhkan Menu MBG Tidak Sesuai Standar

 

Ia juga menegaskan tidak akan ada prosesi acara seremonial khusus saat menyambut kedatangan jemaah di titik kumpul daerah. Setibanya rombongan di lokasi akhir, jemaah dipersilakan langsung pulang bersama pihak keluarga masing-masing.

 

Sementara, salah satu jemaah asal kloter 17 asal Kecamatan Carita, Sandi Wyasa membenarkan jadwal kepulangan jemaah haji asal Kota Sejuta Santri Seribu Ulama ini.

 

“Kalau di jadwal itu kami tanggal 23 Juni berangkat dari Mekkah, insha Allah datang ke Indonesia tanggal 24 Juni,” tutur dia.

 

Menurut Sandi, salah satu fokus utama jemaah saat ini adalah menata barang bawaan agar sesuai dengan regulasi penerbangan. Pihak panitia terus memberikan imbauan berkala mengenai batas maksimal berat koper yang diperbolehkan masuk ke dalam bagasi pesawat.

 

“Kita terus-terusan diingatkan untuk barang bawaan tidak melebihi dari 32 kilogram (untuk) koper besar dan 17 kilogram koper kecil. Dan tidak boleh membawa air zam zam di koper besar kalau tidak salah,” tandasnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.