Orang Tua Siswa Kecewa, Keluhkan Menu MBG Tidak Sesuai Standar
![]() |
| Ilustrasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). |
KRAKATAURADIO.COM, LABUAN - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah disorot lantaran pergantian kepemimpinan dan bergulir ke proses hukum, kini kembali menuai pertanyaan besar dari para orang tua siswa.
Pasalnya, perbedaan menu kering yang disajikan antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani MBG di Sekolah Dasar (SD) dan SPPG lainnya di Sekolah Menengah Pertama (SMP), terlihat sangat berbeda.
Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Sabtu (06/06/2026), program prioritas yang digulirkan di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, kontras perbedaannya.
Wali siswa membandingkan paket menu MBG antara SMP IKPI dan salah satu SD di Labuan. Dilaporkan adanya ketimpangan jumlah komponen makanan, di mana siswa SD menerima paket yang mencakup buah pir, susu, dan telur rebus, sementara siswa di SMP IKPI dilaporkan hanya menerima paket yang terdiri dari buah pir dan susu.
Perbedaan dapat terlihat karena menu kering yang disajikan terdiri atas porsi kecil dengan porsi besar, atau bisa dihitung rincian harga satuannya.
Sejumlah wali murid dan orang tua menyatakan kekecewaan lantaran menu yang diterima anak-anak mereka dinilai tidak sesuai dengan ekspektasi dan standar gizi yang diharapkan.
Salah satu orang tua siswa yang enggan dimuat identitasnya, mengatakan terdapat ketimpangan yang cukup jauh antara menu MBG yang disalurkan di SMP, dengan SD.
"Kami tahu kalau untuk menu di hari Sabtu itu menu kering, tapi rasanya ko perbedaannya jauh," kata dia.
Diterangkannya, menu yang didapatkan anaknya yang bersekolah di SMP IKPI dengan porsi besar, hanya berupa buah pir dan susu.
Namun, anaknya yang lain di SD dengan porsi kecil, justru mendapatkan menu buah pir, susu, dengan telur rebus.
"Anak saya yang kecil menerima itu ada kombinasi buah pir, susu, dan telur rebus. Katanya itu porsi kecil. Tapi untuk porsi besar di SMP malah lebih sedikit," kata dia.
Baca: Puluhan Tahun Dinanti, Pembangunan Jembatan Gantung Pagelaran-Sukaresmi Resmi Dimulai
Baca: Pemprov Banten Raih Penghargaan Kategori Daerah Creative Financing dari Kemendagri
Lebih lanjut, orang tua tersebut menyoroti bahwa porsi yang diterima anak di SMP justru terkesan minim.
"Bukan saya tidak bersyukur tapi ya itungannya gimana sih. Bingung juga karena beda banget. Katanya sih beda dapur yang ngasihnya. Itu pun katanya untuk kategori porsi besar di SMP, tapi isinya tidak seperti yang kami harapkan," tambahnya.
Orang tua merasa khawatir jika menu yang disajikan secara terus-menerus minim variasi, maka tujuan utama program MBG untuk memperbaiki gizi anak-anak di daerah tidak akan tercapai maksimal.
"Kami sangat mendukung program pemerintah ini, tapi tolong diperhatikan lagi. Jangan sampai anak-anak hanya makan seadanya, sementara di luar sana ekspektasi kita adalah menu yang bergizi lengkap," ungkap dia.
Terkait hal ini, konfirmasi telah diarahkan kepada Kepala SPPG Labuan Mandiri, Anisa Zulia, selaku pihak yang berwenang memberikan keterangan resmi mengenai teknis distribusi dan penyusunan menu di lapangan.
Namun hingga berita ini diturunkan, kepala SPPG belum memberikan jawaban resmi mengenai hal tersebut. (Mudofar)

Tidak ada komentar