Dampak Kemarau di Pandeglang, Ponpes di Patia Dipasok 5.000 Liter Air Bersih

Petugas mengirimkan bantuan air bersih ke ponpes di Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Minggu (12/07/2026).

KRAKATAURADIO.COM, PATIA - Dampak musim kemarau mulai dirasakan di sejumlah daerah di Kabupaten Pandeglang. Beberapa kecamatan dilaporkan sudah mengalami krisis air bersih.

 

Seperti yang dialami Pondok Pesantren (Ponpes) Raudhatul Alfalah, di Kampung Benger RT 001/004, Desa Patia, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang. Diketahui, sudah sejak dua minggu lalu air sumur di ponpes tersebut terasa hambar sehingga tidak enak digunakan untuk minum dan kebutuhan lainnya.

 

Pihak ponpes kemudian mengajukan permohonan bantuan air bersih yang dikirim oleh tim gabungan dari Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten, Dinsos Pandeglang, Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Boedak Saung Rescue (BSR).

 

Ketua Tagana Pandeglang, Rahmat Baihaki mengatakan, sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan ke Ponpes Raudhatul Alfalah di Kecamatan Patia, Minggu (12/07/2026).

 

“Kami mendapat permohonan atau laporan, terkait kondisi air sumur di Ponpes tersebut sehingga kami merasa perlu menyalurkan air bersih ke sana,” kata dia.

 

Ia menambahkan, air bersih yang dikirim untuk kebutuhan memasak, wudhu, dan kebutuhan lainnya yang digunakan para santri dan pihak Ponpes. Pihaknya mengaku akan membantu sesuai kemampuan jika ada permohonan bantuan air bersih di musim kemarau ini.

 

“Sudah kewajiban kami membantu masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

 

Baca: Perkuat Program MBG, SPPG Umi Kaisar Menes Konsolidasi dengan 15 Supplier

 

Baca: Kabupaten Tangerang Sabet Juara Umum MTQ XXIII Banten 2026

 

Sementara pembina BSR, Ade Mulyana menyatakan, pihaknya turut bergabung dengan rekan-rekan Tagana dalam merespon kebutuhan masyarakat.

 

Menurut dia, musim kemarau memang kerap berdampak sulitnya masyarakat di beberapa titik di Pandeglang kesulitan mendapatkan air bersih.

 

“Oleh karena itu kami siagakan mobil tangki yang sewaktu-waktu dibutuhkan untuk menyalurkan bantuan air bersih ke masyarakat,” ucap dia.

 

Ia berharap, masyarakat tetap waspada dan beraktifitas seperti biasa. Jika mengalami kesulitan air bersih, diharapkan segera menghubungi pihak terkait.

 

“Kita akan segera bergerak, semaksimal mungkin mengerahkan kemampuan yang ada,” imbuhnya.

 

Diketahui, wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan atau krisis air bersih di Kabupaten Pandeglang jumlahnya mencapai puluhan. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, beberapa daerah yang rentan terjadi krisis air bersih di antaranya Kecamatan Patia, Sukaresmi, Angsana, Munjul, Sindangresmi, Bojong, Cigeulis, serta beberapa kecamatan lainnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.