3 DI Pandeglang Dibangun, Targetkan Panen Tiga Kali Setahun

Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Andra Soni-Dimyati Natakusumah, Bupati Pandeglang Dewi Setiani saat peresmian Daerah Irigasi (DI) Cisata, di Desa Tegal, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Rabu (02/09/2026).

KRAKATAURADIO.COM, CIKEDAL - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meresmikan pembangunan jaringan 7 Daerah Irigasi (DI) yang dipusatkan di Desa Tegal, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang. Peresmian ini mencakup penanganan infrastruktur irigasi di empat kabupaten, yakni Kabupaten Lebak, Pandeglang, Serang, dan Tangerang.

 

Bupati Pandeglang, Dewi Setiani menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Banten yang telah memilih Kabupaten Pandeglang sebagai pusat peresmian.

 

“Atas nama kabupaten Pandeglang, kabupaten Lebak, kabupaten Serang, kabupaten Tangerang kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur Banten beserta Bapak Wakil Gubernur Banten yang sudah mempersembahkan daerah irigasi. Masyarakat yang ada di Pandeglang sangat berbangga,” kata dia, Rabu (02/09).

 

Diketahui, tujuh DI yang dibangun melalui APBD Provinsi Banten tahun anggaran 2025 ini meliputi Kabupaten Pandeglang DI Cisata, DI Cilemer dan DI Cisangu Atas. Kemudian di Kabupaten Lebak DI Cibinuangeun, DI Cikoncang.

 

Lalu di Kabupaten Serang DI Cipari Ciwuni dan Kabupaten Tangerang DI Cilampe. Total panjang penanganan 6,90 kilometer dan outcome layanan 881,28 hektare sawah yang terairi dengan nilai pekerjaan mencapai Rp 48,91 miliar.

 

Dewi menegaskan, Pandeglang merupakan lumbung pangan utama Provinsi Banten sekaligus menempati peringkat ke-8 produksi padi secara nasional.

 

Selain itu, lanjutnya, melalui Inpres Nomor 2 Tahun 2025 untuk mendukung swasembada pangan di Provinsi Banten, para petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas panen hingga tiga kali dalam setahun.

 

“Ini menunjukan bahwa pembangunan irigasi ini harus dipandang sebagai sebuah investasi jangka panjang untuk ketahanan pangan dan kesejahteraan. Semoga nanti kabupaten bisa maju untuk bisa mewujudkan provinsi maju dan Indonesia maju,” paparnya.

 

Baca: Sidak Situ Cikedal, Wagub Banten Harap Jadi Destinasi Unggulan

 

Baca: Pemprov Banten Resmikan 7 Daerah Irigasi untuk Genjot Produktivitas Pertanian

 

Pemerintah Daerah (Pemda) juga mengimbau masyarakat dan kelompok tani untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas irigasi demi mewujudkan ketahanan pangan jangka panjang di Provinsi Banten.

 

“Kami berpesan kepada seluruh masyarakat terutama para petani agar ini dijaga, dirawat dengan sebaik-baiknya. Karena ini bisa meningkatkan produktivitas pangan khususnya di wilayah kita masing-masing,” ucap dia.

 

Sementara, Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan menjelaskan, atas arahan dari Gubernur Banten, Andra Soni, pihaknya berkomitmen terus memperkuat jaringan irigasi di Provinsi Banten termasuk penataan di wilayah hulunya.

 

Menurutnya, pembangunan melalui APBD Provinsi Banten ini berhasil meningkatkan luas layanan pertanian seluas 881,28 hektare.

 

“Penanganan irigasi di provinsi Banten juga mendapat dukungan diperkuat melalui anggaran pemerintah pusat berdasarkan inpres nomor 2 tahun 2025 dengan total penanganan 2.775 meter dan outcome 9.200 hektare,” terangnya.

 

Arlan menuturkan, salah satu contoh sinergi kuat terlihat pada DI Cisata, di mana Pemprov Banten membangun sepanjang 800 meter senilai Rp 8,4 miliar, sementara pemerintah pusat mengalokasikan sekitar Rp 24 miliar hingga untuk penanganan sepanjang 2,7 kilometer.

 

Menurutnya, manfaat dari pembangunan ini bukan hanya selesainya pembangunan fisik, tapi lebih dari itu para petani harus merasakan air yang tersedia dari sumber dapat dialirkan lebih lancar teratur dan efisien.

 

“Kehilangan air akibat kondisi saluran dapat ditekan. Bangunan air lebih mudah dioperasionalkan dengan dilakukan pembangunan pintu-pintu pembagi dan pelayanan ke petak sawah tentu akan lebih lebih menjadi andal,” tandasnya. (Mudofar)

Diberdayakan oleh Blogger.