Pemprov Banten Resmikan 7 Daerah Irigasi untuk Genjot Produktivitas Pertanian
![]() |
| Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Andra Soni-Dimyati Natakusumah usai meresmikan Daerah Irigasi (DI) Cisata, di Desa Tegal, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Rabu (02/09/2026). |
KRAKATAURADIO.COM, CIKEDAL - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) resmi merampungkan dan meresmikan hasil pekerjaan pembangunan serta perbaikan tujuh Daerah Irigasi (DI) yang tersebar di wilayah Banten. Peresmian dipusatkan di Desa Tegal, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Rabu (02/09/2026).
Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan, proyek perbaikan dan pembangunan irigasi tahun anggaran 2025 ini menghabiskan anggaran sekitar Rp 48 miliar untuk tujuh lokasi.
Menurut dia, berkat Instruksi Presiden (Inpres) terkait perbaikan irigasi, Provinsi Banten mendapatkan alokasi anggaran tambahan sebesar Rp 471 miliar yang digunakan untuk membangun 81 kilometer daerah irigasi guna mengairi sekitar 9.250 hektare area sawah.
“Tahun ini pemerintah pusat melalui Inpres nomor 2 juga mengucurkan dana sekitar Rp 480 miliar untuk perbaikan irigasi yang ada di wilayah Provinsi Banten, dan insya Allah tahun berikutnya akan berlanjut ke wilayah hulunya, yaitu sumber air dan penanganan bendung,” kata dia.
Andra Soni menuturkan, kehadiran irigasi ini memberikan manfaat nyata yang langsung dirasakan oleh petani, salah satunya adalah peningkatan frekuensi panen dari yang mulanya hanya dua kali setahun kini menjadi tiga kali masa tanam.
Dengan ketersediaan air yang memadai, lanjutnya, teknologi pertanian juga dapat dimaksimalkan demi meningkatkan kesejahteraan petani. Terlebih, dengan adanya patokan harga gabah terendah dari Presiden sebesar Rp 6.500 per kilogram, hal ini dinilai sangat berpengaruh di tengah harga gabah di tingkat petani yang saat ini sedang tinggi di kisaran Rp 8.000.
“Ditambah lagi harga terendah yang dipatok oleh Presiden Rp 6.500 itu sangat berpengaruh dan saat ini saya mendengar bahwa harga gabah itu sedang tinggi-tingginya, sekitar Rp 8.000,” paparnya.
Baca: Masyarakat Terbantu, Pemerataan Akses Pendidikan Gubernur Andra Soni Semakin Berkeadilan
Baca: Andra Soni Ingin Seluruh Warga Banten Sehat Lewat CKG
Ditempat sama, Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah menambahkan, air merupakan kunci utama dari kehidupan, termasuk sektor pertanian yang menjadi penopang lumbung pangan daerah.
Ia menegaskan komitmen Pemprov Banten untuk terus bersinergi dan sejalan dengan program-program besar pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Program Inpres ini, insyaallah hampir setengah triliun masuk ke Provinsi Banten, baik untuk irigasi maupun infrastruktur jalan,” ungkap dia.
Dengan diresmikannya infrastruktur irigasi ini, Pemprov Banten optimistis target luas area tanam serta produktivitas panen tahun ini dapat meningkat hingga 20 sampai 30 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 1,8 juta ton, sekaligus menjadikan Pandeglang, Lebak, dan daerah lainnya sebagai lumbung pangan yang mandiri dan berkelanjutan.
“Kalau ada usulan-usulan, desanya, camatnya dan Bupatinya segera mengusulkan. Nanti dinas PUPR akan menindaklanjuti. Tapi itu dalam perencanaan. Semua sudah kita petakan dan kita ingin Pandeglang dan Lebak itu swasembada pangan,” pungkasnya. (Mudofar)
