Hari Selasa, Tim SAR Gabungan Perluas Pencarian ke Perairan Bengkulu dan Pulau Enggano
![]() |
| Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak sejak Senin (07/09/2026). |
KRAKATAURADIO.COM, CARITA - Pencarian terhadap rombongan jurnalis dan awak speedboat Arupadhatu 1 kini menyusur ke arah utara hingga perairan Bengkulu dan Pulau Enggano, Selasa (15/09/2026). Perluasan dilakukan pada hari kedelapan operasi setelah tujuh hari sebelumnya belum ditemukan satu pun korban.
Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad mengatakan, pemantauan di wilayah pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus ke wilayah tersebut.
“Kami juga melakukan pemantauan terhadap wilayah pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya pergerakan korban atau benda yang berkaitan dengan kejadian ini,” kata dia seperti dilansir kompas.com.
Ia melanjutkan, tim SAR gabungan juga melakukan penyisiran laut dalam lima sektor dengan total luas sekitar 3.962 mil laut persegi. Menurut dia, pencarian kali ini melibatkan 20 kapal dari Basarnas, TNI AL, dan Polairud.
“Sektor A memiliki luas 1.026 mil laut persegi dan disisir KRI Gilimanuk serta KRI Leuser. Sektor B seluas 780 mil laut persegi melibatkan KN SAR Antasena dan KP Sanjaya. Kemudian, Sektor C dengan luas 825 mil laut persegi melibatkan KN SAR Tetuka, KRI Lepu, dan KRI Kerambit,” terangnya.
Sementara Sektor D seluas 872 mil laut persegi melibatkan KN SAR Basudewa, RIB 02 Lampung, KAL Anyer, dan KAL Pahowang. Sektor F dengan luas 459 mil laut persegi disisir RIB 02 Banten, RBB Pulau Peucang, serta sejumlah kapal Polairud.
Baca: Terminal Tipe A Labuan Gelar Donor Darah Peringati Harhubnas 2026
Baca: Andra Soni Minta Operasi SAR Dipertimbangkan untuk Diperpanjang
Selain penyisiran melalui laut, tim SAR menyiapkan dua drone thermal Basarnas untuk mendukung pemantauan dari udara. Ia mengaku, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang terus diperhatikan selama operasi pencarian.
“Kami tetap mengutamakan keselamatan personel selama melaksanakan operasi, dengan memperhatikan perkembangan cuaca, kecepatan angin, tinggi gelombang, serta hasil evaluasi pencarian di lapangan,” ucap dia.
Diketahui, sebelumnya pencarian yang berlangsung selama tujuh hari belum membuahkan hasil. Basarnas akhirnya memperpanjang operasi SAR selama tiga hari.
Adapun, kelima jurnalis dan tiga warga tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak sejak Senin (07/09/2026) ketika hendak melakukan peliputan pemantauan langsung aktivitas GAK.
Lima jurnalis yang hilang kontak adalah M. Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), dan Donal Husni (freelance). Sementara itu, tiga awak kapal yaitu Warta selaku kapten, Surakman sebagai ABK, serta Heriyanto sebagai guide. (Mudofar)
