» » Cegah Penyebaran DBD, Polres Pandeglang dan Muspika Laksanakan Fogging

Pengasapan atau fogging di Kampung Umbul Tanjung, Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Jumat (08/03/2019) pagi.
KRAKATAURADIO.COM, LABUAN - Polres Pandeglang beserta Muspika Kecamatan Labuan dan Cakrawala Crisis Center melakukan pengasapan atau fogging dan sosialisasi tentang bahayanya penyakit yang dibawa nyamuk aedes aegypti yaitu penyebab penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Fogging tersebut dilakukan pasca adanya korban akibat penyakit DBD di wilayah Desa Teluk Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.

Wakapolres Pandeglang, Komisaris Polisi (Kompol) Heri Wahyu Mandung mengatakan, pengasapan (fogging) dilakukan mengantisipasi adanya munculnya perkembangbiakan nyamuk aedes aegpty. Apalagi saat ini, kata dia, cuaca tengah memasuki peralihan atau pancaroba, dimana membuat berkembang biaknya nyamuk yang biasa menggigit di pagi hari tersebut menjadi lebih besar.

“Kita pasca bencana tsunami untuk mencegah wabah DBD jadi kita atas inisiasi bapak Kapolres bersama seluruh stakeholder yang ada, kita secara bersama-sama untuk melaksanakan fogging. Tujuannya untuk mencegah, musim sekarang ini kan pancaroba nyamuk-nyamuk ini sedang berkembang biak,” katanya ditemui di Kampung Umbul Tanjung, Desa Teluk, Jumat (08/03) pagi.


Fogging tersebut, tambahnya, dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dan untuk mengantisipasi mewabahnya DBD dari Polres Pandeglang pasca adanya korban meninggal dunia di Desa Teluk, Kecamatan Labuan.

“Kita berharap masyarakat harus secara bersama-masa. Jadi kan fogging itu tidak menyelesaikan masalah kalau masyarakat sendiri tidak menunjang program ini, nanti pelaksanaannya bhabinkantibmas beserta aparat dari puskesmas dan desa bersama-sama memberikan penyuluhan kepada masyarakat,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Kepala Puskesmas Labuan, Daeng Suganjar mengatakan, pengasapan tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran secara luas dari nyamuk demam berdarah. Penyebaran nyamuk DBD di Labuan sendiri, tambah dia, tersebar rata di beberapa Desa.


Ia mengimbau masyarakat agar dapat memberantas nyamuk dengan cara 4M plus, yakni Menguras bak mandi, Menutup tempat air, Mengubur bekas sampah dan Memantau genangan air yang lainnya.

“Plus nya itu pakai abate, sebab kalau kita memakai 4 m itu, itu yang kita basmi itu dari telur sampai jentiknya sampai kupa namanya, sedangkan kalau yang fogging ini untuk nyamuk dewasa,” ujarnya.

Camat Labuan, Atep Purnama mengatakan, kegiatan fogging akan terus dilakukan di daerah yang rawan. Menurut dia, kegiatan itu dilakukan sejak Kamis (07/03) sampai dengan beberapa hari kedepan.

“Daerah-daerah yang rawan karena kita dihawatirkan bahwa untuk tahun ini DBD memang sudah mulai berkembang, contoh kitu udah ada kasus. Dari tahun kemarin kita kena hampir 15 orang yang terdata itu yang dirawat dan untuk bulan ini kita ada data 2 orang dari kampung karet,” kata dia.

Disebutkannya, pembinaan dan sosialisasi akan terus dilakukan secara intensif agar masyarakat lebih peduli dalam membersihkan lingkungannya.

“Kedepan kalau memang masih diperlukan kita sosialisasi, kita juga akan melatih orang-orang yang bisa menggunakan alat fogging ini. Memang kita terkendala alat-alat. Nanti kita ajukan agar ada di Kecamatan,” imbuh dia.


Sementara itu, Koordinator Respon dari Cakrawala Crisis Center, Agus Wiradi menambahkan, timnya melakukan fogging selain di lokasi yang terdapat korban, juga dilakukan di daerah yang banyak penduduknya, seperti tempat pengungsian dan permukiman penduduk.

“Kami dari cakrawala itu sudah ke titik-titik pengungsian, kemudian ke lokasi-lokasi yang memang terdampak tsunami dan juga beberapa pesantren yang kena wabah demam berdarah. Kita nanti 10 hari ada 20 titik kita akan foging,” ujar dia.

Kegiatan fogging pasca bencana tsunami ini memiliki tema “Menjaga Lebih Baik Daripada Mengobati” yang dipimpin Wakapolres Pandeglang Kompol Heri Wahyu Mandung, dan dihadiri oleh Camat Labuan Atep Purnama, Kapolsek Labuan Kompol Sugeng Pamuji, Danramil Labuan Kapten Inf. Darmawan, Kepala Desa Teluk Endin Fahrudin dan Agus Wiradi Koordinator Respon dari Cakrawala Crisis Center. (Mudofar)

About 93,7 Krakatau Radio

Terimakasih telah berkunjung di Krakatau Radio.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply