» » 5 Kecamatan di Pandeglang Krisis Air Bersih

Krisis air bersih mulai dirasakan masyarakat Kabupaten Pandeglang.
KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Sebanyak lima Kecamatan di Pandeglang terdampak bencana kekeringan akibat dari musim kemarau yang kini melanda wilayah Kabupaten Pandeglang. Lima Kecamatan tersebut mengalami krisis air bersih.

Kepala Seksi (Kasi) Damkar, Logistik dan Kedaruratan BPBD Pandeglang, Endan Permana mengatakan, lima kecamatan tersebut diantaranya Bojong, Picung, Patia, Munjul dan Panimbang.

“Yang masuk surat (permohonan air bersih) nya itu empat sampai lima Kecamatan, cuma kekeringannya belum begitu meluas dalam arti untuk satu Kecamatan dua Desa atau satu Desa, terutama Kecamatan Patia, Bojong, Picung, Panimbang,” ujarnya, Selasa (02/07).


Menurut dia, daerah tersebut memang sudah menjadi langganan bencana kekeringan. Untuk mengatasi masalah krisis air bersih, pihaknya dibantu Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Berkah Pandeglang sudah mengirim bantuan air bersih ke wilayah yang membutuhkan.

“Sudah ada yang tiga kali ada yang empat kali ada yang dua kali. Sekarang juga lagi ke Panimbang, besok ke Patia lagi. Yang sering itu yang pertama itu Kecamatan Picung, Desa Ganggaeng,” tuturnya.

Laporan kekeringan dan krisis air bersih sudah diterima BPBD sejak minggu kemarin dari Kecamatan Picung. BPBD sendiri telah menyiapkan 3 unit mobil tangki pengangkut air bersih.

“Kita mulai suplai air bersih itu dari hari Sabtu (minggu kemarin). Musim kemarau sendiri diperkirakan sampai 3 bulan kedepan,” tambah dia.


Adapun kendala yang ditemukan di lapangan, tambah Endan, yakni jalur menuju titik lokasi yang rusak sehingga membuat warga yang terkena dampak akhirnya harus menjemput air.

“Kemarin itu di Patia, kita gak nyampe ke lokasi Cuma di pertengahan sawah karena ada jembatan yang tidak bisa dilalui oleh mobil tangki, masyarkaat sendiri ada yang bawa motor, dipikul, karena kita gak sanggup ke lokasi,” katanya. (Mudofar)

About 93,7 Krakatau Radio

Terimakasih telah berkunjung di Krakatau Radio.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

1 komentar:

  1. Penebangan pohon d sana memanglah banyak dan warga pun tidak tau dampak dari penebangan pohon tersebut alhasil di daerah sana gersang dan panasnya sangat menyengat.

    ReplyDelete