300 Wisatawan Mancanegara Kunjungi Taman Nasional Ujung Kulon
![]() |
| Wisatawan mancanegara mengunjungi pulau Peucang di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon. Foto facebook Taman Nasional Ujung Kulon |
KRAKATAURADIO.COM, LABUAN - Kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara ke salah satu destinasi wisata di Kabupaten Pandeglang, Banten, yaitu Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) meningkat setiap tahunnya. Terkini, sebanyak 300 wisatawan mancanegara datang menggunakan 3 kapal pesiar dalam 3 bulan terakhir.
Kepala Balai TNUK, Ardi Andono mengatakan, kawasan TNUK selalu menjadi daya tarik wisata internasional dengan kedatangan tiga kapal pesiar yang membawa total sekitar 300 wisatawan mancanegara selama tiga bulan terakhir, yakni pada November dan Desember 2024 serta Januari 2025.
“Kapal pesiar Le Jacques Carter bermuatan 146 orang wisatawan mancanegara ini berlabuh di perairan pulau Handeuleum dan dilanjutkan ke pulau Peucang pada bulan November 2024. Masih pada bulan yang sama kapal pesiar kedua Coral Expedition yang bermuatan 2 orang WNI dan 38 wisatawan mancanegara juga berlabuh di perairan Pulau Peucang,” kata dia.
Kemudian, lanjutnya, pada bulan Januari 2025 kapal pesiar ketiga berbendera Prancis MV. Le Laperouse bermuatan 1 orang WNI dan 152 orang wisatawan mancanegara melakukan cruising trip di TNUK untuk melakukan berbagai kegiatan wisata alam.
Ia menerangkan, para wisatawan dari berbagai negara ini menikmati keindahan pulau Peucang dan pulau Handeuleum, dua destinasi utama di kawasan konservasi tersebut.
Baca: KPU Pandeglang Tetapkan Dewi-Iing Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih
Baca: Jelang Munggahan, Pantai di Labuan Berbenah Sambut Wisatawan
Pulau Peucang sendiri dikenal dengan pantainya yang berpasir putih, air lautnya yang jernih serta keanekaragaman hayati. Sementara pulau Handeuleum menawarkan pengalaman unik berupa hutan mangrove yang asri.
“Kami sangat senang dengan kedatangan kapal-kapal ini. Hal ini menunjukkan bahwa Taman Nasional Ujung Kulon semakin dikenal dunia sebagai destinasi ekowisata. Kami juga memastikan bahwa aktivitas ini dilakukan dengan mematuhi aturan konservasi,” ujarnya.
Dengan semakin tingginya minat wisatawan internasional, pihaknya akan terus mengupayakan pengelolaan wisata yang berkelanjutan dan menjaga keseimbangan antara konservasi dan pariwisata. (Mudofar)

Tidak ada komentar