Koperasi Desa Merah Putih Jadi Pemasok Bahan Baku MBG
![]() |
| Bupati Pandeglang, Dewi Setiani saat meresmikan Koperasi Desa Merah Putih Kertasana, Kecamatan Pagelaran, Kamis (12/02/2026). |
KRAKATAURADIO.COM, PAGELARAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang secara resmi meluncurkan Koperasi Desa Merah Putih (KMP) di Desa Kertasana, Kecamatan Pagelaran, Kamis (12/02/2026). Peresmian ini menandai langkah strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui semangat gotong royong dan sinergi lintas sektor.
Bupati Pandeglang, Dewi Setiani dalam sambutannya, menyatakan bahwa kehadiran koperasi ini merupakan bentuk implementasi nyata dari visi-misi Presiden Prabowo Subianto terkait program hilirisasi yang dimulai dari tingkat desa.
“Ini merupakan momen penuh harapan dan semangat baru untuk perekonomian lokal. Ini luar biasa, program dari Pak Presiden ini, bagaimana hilirisasi mulai dari desa, membangun dari desa,” kata dia.
Dewi menerangkan, keberhasilan peluncuran koperasi ini tidak lepas dari dukungan penuh Bank Indonesia (BI) dan Bank Mandiri. Selain memberikan pendampingan literasi keuangan dan akuntansi.
Untuk itu ia menekankan pentingnya penguasaan administrasi keuangan bagi keberlangsungan koperasi.
Selain itu, lanjutnya, KMP diproyeksikan tidak hanya sebagai unit simpan pinjam, tetapi juga sebagai penyedia kebutuhan pokok masyarakat. Kedepannya, koperasi ini akan menjadi pemasok bahan baku untuk program makanan bergizi gratis (MBG) di lingkungan sekolah dan desa setempat.
“Bahkan ke depan, untuk SPPG-SPPG yang ada di lingkungan daerah sini, itu akan disuplai oleh Koperasi Merah Putih. Sehingga tidak ada lagi petani, nelayan, dan UMKM yang merasa barangnya tidak dibeli,” ujarnya.
Baca: Yayasan Bela Bhakti Negara Panen Raya Padi di Lahan 753 H
Bupati Dewi berharap, Desa Kertasana menjadi pilot project dan role model bagi 326 desa dan 13 kelurahan lainnya di Kabupaten Pandeglang. Ia juga menginstruksikan para Camat, Forkopimcam, serta perangkat desa untuk terus memonitor dan mendampingi operasional koperasi agar tidak berhenti di seremoni peresmian saja.
“Kami mohon agar Pandeglang terus dikawal, terus dilakukan pendampingan. Karena ini butuh untuk tumbuh. Karena baru diresmikan, otomatis yang namanya seperti bayi baru lahir tentu harus diarahkan, tentu harus didukung, tentu harus didampingi, sehingga tidak serta-merta sudah selesai dan tidak dilakukan pendampingan,” pungkasnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar