Pemkab Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Tulang Punggung Ekonomi Desa
![]() |
| Ketua Koperasi Desa Merah Putih Kertasana, Kecamatan Pagelaran, Rani Meida (tengah) saat mendampingi Bupati Pandeglang Dewi Setiani berkeliling area Desa Mart, Kamis (12/02/2026). |
KRAKATAURADIO.COM, PAGELARAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, terus mempercepat implementasi program Koperasi Desa Merah Putih (KMP) di seluruh Desa. Program ini diproyeksikan menjadi mesin utama penggerak ekonomi desa yang mandiri dan berdaya saing.
Diketahui, Desa Kertasana, Kecamatan Pagelaran, resmi terpilih menjadi lokasi pilot project pertama di Pandeglang untuk pengembangan KMP. Inisiatif ini merupakan langkah strategis Pemda dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui sistem koperasi yang modern dan terintegrasi.
Asisten Daerah (Asda) bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Pandeglang, Nuriah menegaskan bahwa KMP bukan sekadar lembaga keuangan, melainkan representasi dari visi pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam memberdayakan ekonomi dari akar rumput.
“Saat ini kita memang membentuk koperasi itu ada 339 desa dan kelurahan. KMP ini merupakan salah satu program pemerintah pusat dari Presiden Pak Prabowo, bagaimana untuk pemberdayaan ekonomi di tiap desa. Jadi pembangunan lewat desa, ekonominya supaya jalan melalui koperasi desa inilah,” kata dia, usai peresmian Koperasi Merah Putih Kertasana, Kecamatan Pagelaran, Kamis (12/02).
Nuriah mengatakan, Pemkab tengah serius menerjemahkan instruksi pusat melalui kerja sama konkret dengan perbankan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bupati Pandeglang dengan Bank Himbara, khususnya Bank Mandiri.
“Jadi Bank Mandiri menyediakan mesin EDC (Electronic Data Capture), kemudian juga digitalnya. Jadi sekarang kita tidak lagi berpikir masyarakat harus bawa tunai, jadi proses pembelajaran juga terhadap masyarakat,” ujarnya.
Baca: Koperasi Desa Merah Putih Jadi Pemasok Bahan Baku MBG
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa potensi KMP sangat luas, mencakup berbagai sektor unggulan desa seperti sektor perikanan dan sektor lainnya.
Menurut dia, Desa dengan berbagai potensi dapat menyalurkan hasil produksinya melalui koperasi, sehingga harga menjadi lebih kompetitif dan akses pasar lebih dekat bagi warga. Apalagi, koperasi juga dipersiapkan untuk bekerja sama dengan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna menyuplai kebutuhan bahan pangan lokal.
“Nanti ada dapur MBG juga bisa kerja sama dengan koperasi. Maksud saya, koperasi ini menjadi tulang punggung usahanya desa, bisnisnya desa. Jangan tergantung terhadap hal yang lain. Ini dibesarkan, kita pemerintah men-support, memberikan fasilitas yang kira-kira bisa membangun bagaimana perekonomian di desa,” ucap dia.
Ditempat sama, Ketua KMP Kertasana, Rani Meida menjelaskan, bahwa program ini mendapatkan dukungan penuh, mulai dari rekomendasi Bupati Pandeglang hingga pendampingan teknis dari Dinas Koperasi serta Pemerintah Desa setempat.
Keberadaan gedung koperasi yang menjadi pusat aktivitas ekonomi ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor. Rani menyebutkan bahwa pembangunan sarana ini didukung oleh Bank Himbara melalui PT Agrinas.
“Bahkan kita didukung kan atas PT Agrinas ini yang bertanggung jawab yaitu TNI atau Danramil atas keputusannya memantau gitu pembangunan tersebut gitu,” katanya.
Baca: Yayasan Bela Bhakti Negara Panen Raya Padi di Lahan 753 H
Saat ini, KMP Kertasana telah mengoperasikan beberapa unit usaha atau gerai yang melayani kebutuhan pokok masyarakat melalaui keberadaan Desa Mart, di antaranya gerai sembako, distribusi gas LPG dan kebutuhan pupuk.
“Kalau untuk LPG ini harganya tidak melonjak daripada agen-agen lain. Karena ini distribusi dari pemerintahnya langsung,” jelas dia.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 150 anggota aktif telah bergabung dalam KMP Kertasana. Rani menekankan bahwa menjadi anggota koperasi memberikan keuntungan lebih melalui sistem Sisa Hasil Usaha (SHU) dan berbagai promo diskon pada momen-momen tertentu.
Menyongsong program nasional lainnya, pihaknya juga menyatakan kesiapannya untuk bersinergi menjadi penyuplai bahan baku bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Terkait MBG ini, mungkin kita sistemnya masih DO (Delivery Order) bukan sistem permodalan yang langsung dari koperasinya gitu. Jadi kita punya perusahaan-perusahaan yang mungkin kerja sama dari koperasi untuk mendukung sistem MBG tersebut. Sistemnya by COD gitu untuk MBG. Untuk kebutuhannya apa saja mungkin ya di-list dari MBG-nya tersebut gitu, kita tampung semuanya,” pungkasnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar