Kejar Target Eliminasi TBC 2030, Puskesmas Labuan Mulai Program Tracing dan CKG
![]() |
| Sejumlah warga mengikuti tracing TBC terintegrasi CKG, di Majelis Taklim Al Ikhlas, Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (26/09/2026). |
KRAKATAURADIO.COM, LABUAN - UPT Puskesmas Labuan melaksanakan kegiatan tracing tuberkulosis (TBC) yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan pemeriksaan X-Ray Thorax. Kegiatan perdana ini dipusatkan di Majelis Taklim Al Ikhlas, Desa Labuan, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (26/09/2026).
Kepala UPT Puskesmas Labuan, Sri Rezeki, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah deteksi dini untuk menekan penyebaran TBC di wilayah Kecamatan Labuan. Giat ini berkolaborasi dengan RSUD Labuan dan Dinas kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang.
“Untuk Kecamatan Labuan baru dimulai hari ini. Hari pertama kita mendapat 9 lokus, berarti 9 desa. 1 desa 100 orang yang terduga kontak erat dengan pasien TBC atau sekitarnya,” kata dia.
Dalam pelaksanaannya, warga yang hadir terlebih dahulu mengikuti CKG, seperti pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat. Kemudian datanya diinput ke dalam aplikasi sebelum diarahkan langsung ke pemeriksaan rontgen dada (X-ray thorax).
Menurut dia, Dinkes Kabupaten Pandeglang telah memfasilitasi alat pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) langsung di Puskesmas Labuan, sehingga proses penegakan diagnosis bagi warga yang diduga terjangkit TBC dapat dilakukan dengan lebih cepat dan mudah tanpa harus dirujuk jauh.
“Karena kasusnya disini banyak maka dimudahkan oleh dinas kesehatan, jadi kita sudah punya alatnya yang langsung diperiksa di Puskesmas Labuan. Saat ini yang di obati TBC 170 orang,” paparnya.
“Nanti setelah kita hasilnya, kan hasil di sini langsung disampaikan. Kalau misalnya dia diduga, langsung kita arahkan ke poli khusus di hari Rabu untuk diobati,” sambung dia.
Baca: Program Penataan Kawasan Pemprov Banten Genjot Akses Ekonomi Warga
Baca: Warga Pandeglang Kini Urus Kependudukan Cukup di Kecamatan, Disdukcapil Rilis Aplikasi Doa Adik
Melalui kegiatan jemput bola ini, pihak puskesmas berharap kesadaran serta peran aktif masyarakat untuk memeriksakan diri semakin meningkat, terutama bagi warga yang mengalami gejala batuk lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, atau hilangnya nafsu makan, dalam rangka mendukung percepatan eliminasi TBC nasional pada tahun 2030.
“Semakin banyak pro aktif, pasti dengan jumlah penduduk kita yang banyak saya rasa ini kasusnya akan banyak. Jadi perbandingannya sedikit ini dengan jumlah penduduk yang banyak,” ungkap dia.
Kegiatan pelayanan kesehatan ini dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 26 September hingga 30 September 2026 dengan waktu operasional setiap harinya dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. (Mudofar)
