Kasus Stunting Masih Tinggi, Pemkab Pandeglang Giatkan Kolaborasi

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang, Rd Dewi Setiani.

KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang menyebut angka stunting di Pandeglang berada di urutan pertama tertinggi se-Provinsi Banten. Berdasarkan hasil survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI), stunting di Pandeglang berada pada angka 37,8 persen.

 

Kepala Dinkes Pandeglang, Rd Dewi Setiani mengatakan, dengan tingginya kasus stunting di Pandeglang, maka pencegahan dan penurunan stunting perlu dilakukan dengan aksi nyata.

 

“Pencegahan dan penurunan stunting dibutuhkan komitmen bersama dari semua pihak mulai dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah), pihak swasta dan masyarakat,” kata Dewi dalam acara Rembuk Stunting dan Rekonsiliasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Hotel S'rizki, Selasa (23/08).

 

Stunting sendiri merupakan kondisi kekurangan gizi kronis sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak. Dewi mengatakan, beberapa faktor penyebab terjadinya stunting di Pandeglang ialah tingkat ekonomi rendah. Selain itu rendahnya pemberian ASI eksklusif kepada bayi juga jadi faktor penyebab stunting.

 

Menurut dia, rembuk stunting ini merupakan upaya pencegahan dan penurunan stunting yang terintegrasi. Pada tahun ini pihaknya mengusung tema ‘Atasi Stunting Dengan Kolaborasi’.

 

Ia menegaskan, rembuk stunting merupakan suatu langkah penting yang harus dilakukan pemerintah daerah untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting dilakukan secara bersama-sama antara OPD penanggung jawab layanan dengan sektor atau lembaga non-pemerintah dan masyarakat.

 

“Rembuk stunting harus dibuktikan dengan rencana aksi, karena tanpa ada rencana aksi tidak akan mungkin terjadi penurunan stunting yang betul-betul terintegrasi,” ujarnya.

 

Baca: Pemerintah Minta Fasilitasi Warga Bojong Dapat Bekerja di Proyek Tol Serang - Panimbang

 

Baca: Warga Serbu Bazar Pasar Murah di Pandeglang

Kegiatan Rembuk Stunting dan Rekonsiliasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Hotel S'rizki, Selasa (23/08/2022).
 

Sementara Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten, Dadi Ahmad Roswandi mengatakan, sebagai upaya pencegahan dan penurunan stunting pihaknya memperkuat diskusi dan aksi tentang pergerakan percepatan stunting yang melibatkan semua sektor.

 

“Rembuk stunting ini merupakan langkah awal untuk rencana aksi sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional dalam pencegahan dan penanganan stunting,” pungkas dia. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.