5 Strategi Jalin Kedekatan dengan Anak Tiri





Banyak orang bilang, orangtua tiri tidak akan bisa akur dengan anak tirinya. Bahkan ada yang bilang, ibu tiri itu biasanya membenci anak tirinya dan hanya sayang pada anak kandungnya. Padahal, ini tidak sepenuhnya benar. Anda bisa menjalin hubungan yang baik -bahkan akrab- dengan anak tiri. Yang diperlukan adalah strategi yang tepat dan dukungan yang mantap dari orang-orang di sekitar. Inilah yang Anda perlukan:

1. Kerjasama tim
Ketimbang berusaha menyelesaikan masalah sendirian, lebih baik hadapi bersama-sama. "Kunci kesuksesan membaurkan keluarga ada di tangan pasangan suami-istri yang solid dan stabil," kata psikoterapis Sandra Pribanic. Mintalah bantuan suami untuk menerapkan disiplin bagi anak-anak tiri di rumah. Dan jika mereka melakukan sesuatu yang Anda pikir perlu mendapat teguran, diskusikan terlebih dahulu dengan suami, kemudian nyatakan bersama-sama. Di samping itu, berusahalah agar kedua orangtua dapat sama-sama menjadi teladan yang tepat bagi anak.

2. Jangan diambil ke hati
Pernikahan atau hubungan yang baru bisa menciptakan begitu banyak kebahagiaan. Tapi, kebanyakan anak bisa dilanda kebingungan, merasa ditinggalkan oleh orangtua kandungnya, bahkan merasa marah atas terjadinya perubahan yang besar ini. "Ketika ada orangtua yang menikah kembali, anak-anak akan merasakan dampaknya, terlepas berapa pun usia mereka," kata Pribanic. "Sebaiknya diskusikan fungsi dan posisi Anda di keluarga dengan pasangan dan juga mantannya, sehingga anak-anak tidak seperti terjebak di tengah-tengah." Ketika emosi anak-anak tiri yang sedang mudah meluap ini terwujud melalui kata-kata tajam pada Anda, hindari melontarkan kemarahan balik atau merasa tersinggung. Cobalah berempati terhadap perasaan mereka.

3. Luangkan lebih banyak waktu
Kalau bisa, miliki waktu lebih banyak bersama anak-anak tiri Anda, mengingat pasangan Anda sudah melewatkan lebih banyak waktu bersama mereka sebelum kehadiran Anda. Namun, jangan lupa juga untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak berinteraksi hanya bersama ayahnya, tanpa Anda. Dan, mengingat terbentuknya keluarga baru ini bisa cukup menyita waktu dan perhatian Anda, ingatlah juga untuk menghabiskan waktu berkualitas besama pasangan. Misalnya, dengan pergi berduaan menonton di bioskop atau bahkan liburan tanpa anak-anak.

4. Dengarkan dan belajarlah
Begitu sudah menikah, tugas Anda adalah untuk mengenal lebih dalam tentang anak tiri Anda. Tugas ini tidak bisa dihindari lagi. Cobalah mengajukan berbagai pertanyaan, dengarkan jawaban mereka, lalu lanjutkan dengan berbicara dari hati ke hati. Tidak perlu dimulai dengan topik yang berat. Cukup dari hal-hal yang remeh dan berhubungan dengan keseharian. Itu saja sudah cukup untuk membangun rasa saling percaya.

5. Berpikir jauh ke depan
Terkadang, anak-anak itu tidak bisa segera menerima Anda sebagai orangtua tiri. Baru ketika mereka dewasa, hal itu bisa terjadi. Tapi tentu saja, menjalin kedekatan dengan mereka tidak bisa baru dilakukan begitu mereka besar, karena ini harus dibangun selama bertahun-tahun. Mungkin dari pihak anak akan ada penolakan, sementara Anda sendiri dapat segera menyayangi mereka bak anak sendiri. Tapi lambat laun, dengan niat yang baik dan usaha yang keras, hubungan yang dekat akan bisa terjadi.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.