Bawaslu Gandeng Wartawan Cegah Penyebaran Hoaks di Pemilu 2024

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pandeglang bersama insan pers menandatangai MoU dalam menangkal berita hoaks, ujaran kebencian dan politisasi SARA di Pemilu 2024, berlangsung di Horison Altama, Kecamatan Karangtanjung, Jumat (27/10/2023).

KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pandeglang menggandeng wartawan untuk mencegah penyebaran hoaks di Pemilu 2024. Adapun kolaborasi tersebut turut melibatkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Porwan, SMSI, dan IJTI.

 

Penandatanganan MoU digelar di salah satu hotel di Pandeglang, Jumat (27/10/2023) dengan menghadirkan narasumber dari Ketua Dewan Penasehat PWI Banten Agus Sanjadirja, Ketua SMSI Kabupaten Pandeglang Muhaemin, Akademisi Untirta Serang Suwaib Amiruddin dan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

 

Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Pandeglang, Iman Ruhmawan mengatakan, kerjasama ini dilakukan karena pada Pemilu 2019 lalu peredaran berita hoaks sangat masif.

 

Apalagi saat ini tahapan Pemilu akan memasuki tahapan krusial yakni penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) dan kampanye, sehingga diharapkan dengan peran media massa dapat menangkal isu-isu tersebut.

 

“Kita mengetahui tahapan penyelenggaraan pemilu 2024 tinggal beberapa bulan lagi dan ini sudah akan memasuki tahapan krusial dimana tahapan penetapan daftar calon tetap baik di tingkat kabupaten, provinsi dan juga RI,” kata dia dalam sambutannya.

 

Ia menambahkan, Kabupaten Pandeglang yang menjadi salah satu daerah yang mendapat atensi khusus kaitan dengan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP), diantaranya politisasi SARA, berita hoaks, dan ujaran kebencian.

 

“Bahwa Pandeglang masuk ke daerah dengan kategori 5 besar. Maka penting bagi kita mengajak rekan-rekan media untuk bersama-sama menangkal itu agar Pandeglang di pemilu 2024 tidak menjadi predikat kembali, bagaimana upaya bersama-sama untuk menangkal upaya itu,” ujarnya.

 

Baca: Cuaca Ekstrem Landa Pandeglang, Kantor Kecamatan Karangtanjung Ambruk Kena Pohon Tumbang

 

Baca: KPI Minta Peran Masyarakat Awasi Lembaga Penyiaran dalam Pemilu 2024

 

Dia mengimbau dengan adanya kerjasama ini, peran media sebagai penangkal berita hoaks dapat dirasakan dampaknya oleh masyarakat dan pihak terkait agar pelaksanaan Pemilu 2024 dapat berjalan kondusif.

 

“Pandeglang akan bersama-sama menangkal potensi terjadinya hoaks, ujaran kebencian dan isu SARA pada pemilu 2024 kedepan,” tuturnya.

 

Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Pandeglang, Yanadi menyambut baik upaya Bawaslu untuk melakukan pencegahan hoaks dan disinformasi. Menurut dia, untuk mencegah hoaks perlu sinergi bersama-sama.

 

“Mengenai pencegahan berita hoaks pada pemilu menjadi tugas bersama untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih cerdas dalam memilah berita atau informasi yang diterima di media sosial,” ucap dia.

 

Baca: Ketua DPRD Tekankan Pemkab Pandeglang Harus Genjot PAD

 

Insan pers, lanjutnya, mempunyai peran vital dalam mencegah tersebarnya informasi hoaks di tengah bergulirnya tahun politik Pemilu 2024. Saat ini, PWI juga terus melaksanakan literasi media yang bertujuan untuk mengajak masyarakat mencegah berita hoaks.

 

“Di tahun politik memang rawan bertebaran berita hoaks di media sosial. Peran media bisa memberikan penjelasan mana berita produk pers, dan mana berita yang bukan produk pers, sepanjang itu bukan produk pers jangan dibagikan,” pungkasnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.