BNPT dan Kemendes Kolaborasi Ciptakan Desa Siapsiaga di Menes

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto bersama Bupati Pandeglang Dewi Setiani, Dirut PT PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen (Purn) Eddy Hartono, meninjau proses kerja workshop dan pembuatan paving block, di Desa Muruy, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (15/12/2025).

KRAKATAURADIO.COM, MENES - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), berkolaborasi dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), dalam program Desa Siapsiaga yang merupakan impelementasi dari Kesiapsiagaan Nasional melalui pemberdayaan masyarakat, di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Senin (15/12/2025).

 

Kepala BNPT, Komjen Pol. (Purn) Eddy Hartono mengungkapkan, program ini bertujuan untuk membangun dan meningkatkan daya tangkal dan daya tahan terhadap potensi ancaman masuknya paham radikal terorisme di masyarakat.

 

“Bahwa ini adalah merupakan penjabaran dari Astacita Bapak Presiden Bapak Prabowo, yang dijabarkan di dalam RPJMN tahun 2025-2029, di mana diamanatkan bahwa sinergi pertahanan keamanan dalam pencegahan terorisme. Dalam hal ini hari ini adalah kita melaksanakan kesiapsiagaan nasional melalui pemberdayaan masyarakat dengan kita bentuk desa siapsiaga,” kata dia dalam sambutannya.

 

Menurut dia, ekonomi menjadi salah satu faktor penyebab individu rentan terpapar paham radikal terorisme. Untuk merespon hal tersebut maka diperlukan inovasi strategi dalam rangka penguatan ekonomi masyarakat.

 

Sebagai wujud implementasi strategi penguatan ekonomi masyarakat, BNPT bersinergi dengan PT Indonesia Power melalui PLTU Banten 2 Labuan membangun workshop pengelolaan dan pemanfaatan limbah fly ash bottom ash (FABA) menjadi paving block.

 

“Karena untuk membangun membuat paving block, yang di mana setiap tahun kepala desa khususnya di Kecamatan Menes, setiap tahun membangun jalan. Nah, bahannya dari paving block ini. Nah, sumber paving block ini adalah limbah padat yang dihasilkan oleh PLTU Labuan, yaitu berupa faba,” ungkapnya.

 

Baca: Rakor Pengamanan Nataru, KPPC Beri Sejumlah Masukan ke Forkopimda

 

Baca: Melalui Proses Demokrasi, Jupri Terpilih Jadi Ketua PGRI Cabang Labuan

 

Selain itu, BNPT juga menyalurkan bantuan produktif lainnya berupa peternakan domba untuk masyarakat Kecamatan Menes. Kedua bantuan produktif tersebut akan dikelola Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA) Menes sebagai wujud mendukung kebijakan strategis pembangunan ekonomi desa yang dibina oleh Kemedes PDT RI.

 

Sementara, Mendes PDT, Yandri Susanto juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung program tersebut. Ia menekankan pentingnya kehadiran negara dalam upaya pencegahan terorisme dan radikalisme. Sehingga dibutuhkan sinergi seluruh komponen bangsa termasuk kolaborasi kementerian lembaga di dalamnya.

 

Maka kolaborasi hari ini yang memanfaatkan limbah padat fly ash dan bottom ash tadi, ini luar biasa dan tadi ada dari Pak Dirut, kemungkinan akan dikembangkan. Oleh karena itu, saya berharap kan ada dana desa itu, ya. Nanti kalau dana desa tahun 2026 yang dibangunkan untuk jalan poros desa, wajib ngambil paving block ini dari sini,” ucap dia.

 

Mendes berharap kolaborasi ini dapat menciptakan desa yang bebas dari intoleransi maupun radikalisme.

 

Saya yakin betul kalau pihak swasta, BUMN, BNPT, Bupati, Camat, semua kita ini satu padu gerakannya, satu frekuensi iramanya. Ulamanya, pemudanya, semuanya kita bersatu padu. Insya Allah semua persoalan itu bisa kita urai dengan mencari solusi yang terbaik. Nah, salah satu solusi terbaik adalah kolaborasi,” paparnya.

 

Dalam kegiatan tersebut, Kepala BNPT dan Mendes PDT juga menyerahkan bantuan domba di Desa Purwaraja, peresmian dan peninjauan proses kerja workshop, dan melihat simulasi pencetakan paving block. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.