Indonesia Power Berkomitmen Dorong Ekonomi Kerakyatan Melalui Pemanfaatan Faba PLTU
KRAKATAURADIO.COM, MENES - PT PLN Indonesia Power (PLN IP) menyebutkan program pemanfaatan abu sisa pembakaran batu bara berupa fly ash and bottom ash (faba) di PLTU Banten 2 Labuan, yang dikelola Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA) Menes, akan turut mendorong ekonomi kerakyatan.
Hal itu disampaikan Dirut PT PLN IP, Bernadus Sudarmanta saat menyampaikan sambutan dalam program Desa Siapsiaga yang merupakan impelementasi dari Kesiapsiagaan Nasional melalui pemberdayaan masyarakat dan peresmian workshop produksi paving block di Desa Muruy, Kecamatan Menes, Pandeglang, Senin (15/12/2025).
“Syukur alhamdulillah faba ini ternyata punya nilai ekonomi yang kemudian kita manfaatkan supaya memperkuat perekonomian masyarakat di sekitar PLTU, dan pada akhirnya bisa membangun suatu ketahanan atau stabilitas sosial,” kata dia.
Menurut dia, melalui program Desa Siapsiaga yang dicanangkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang berkolaborasi dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) ini, pemanfaatan faba dapat menciptakan multiplier effect (dampak berantai) baik dari sisi lingkungan, pembangunan hingga perekonomian.
Pemanfaatan faba tersebut juga sejalan dengan konsep lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG).
“Jadi ini baru proyek percontohan, yang mana memang baru memanfaatkan 1 persen dari produk limbah yang kami hasilkan. Jadi kalau ini dianggap sebagai satu modul, berarti bisa dikembangkan 100 modul lagi, Pak. Jadi sederhananya, ini satu modul bisa menyerap tenaga 6 orang. Kalau dikembangkan 100 modul, berarti paling enggak 600 orang bisa diserap,” tuturnya.
Baca: BNPT dan Kemendes Kolaborasi Ciptakan Desa Siapsiaga di Menes
Baca: Rakor Pengamanan Nataru, KPPC Beri Sejumlah Masukan ke Forkopimda
Bernadus menjelaskan, jika satu modul tersebut menghasilkan 5.000 paving block setiap harinya, maka akan mendapatkan omset sekira Rp 10 juta.
Meski begitu, ia mengakui implementasi program tersebut terdapat tantangan serius terkait skala produksi dan pemasaran.
“Nah, mudah-mudahan ini dengan kehadiran Pak Menteri (Mendes PDT) bisa dibangun kolaborasi antara masyarakat, kemudian dengan PUPR, Kementerian Desa, dengan koperasi, semuanya saya rasa memang bisa menjadi satu ekosistem ekonomi yang baik,” ucap dia.
Ditempat sama, Bupati Pandeglang Dewi Setiani mengapresiasi dipilihnya Pandeglang menjadi Desa Siapsiaga oleh BNPT yang berkolaborasi dengan Kemendes PDT.
Baca: Forkopimda Pastikan Pantai Carita Aman Dikunjungi saat Libur Nataru
Kata Dewi, program Desa Siapsiaga ini bertujuan membangun dan meningkatkan daya tangkal dan daya tahan terhadap potensi ancaman masuknya paham radikalisme teroris di masyarakat. Karena ekonomi salah satu faktor penyebab individu rentan terpapar dari paham radikal terorisme.
“Jadi program yang digagas oleh BNPT ini sebagai langkah awal dan mudah-mudahan semuanya bisa berjalan dengan baik. Kami memohon kepada masyarakat untuk menjaga bantuan ini agar bisa berkesinambungan dan bisa meningkatkan kesejahteraan untuk masyarakat kita,” ucap dia.
Pada kesempatan tersebut, Dewi mengimbau kepada para penerima bantuan yang tergabung dalam BUMDESMA Menes untuk sama-sama memanfaatkan program tersebut untuk kepentingan masyarakat.
“Nanti akan ada bantuan lain bukan hanya hari ini, tapi nanti akan dibantu untuk peningkatan kesejahteraan desa. Akan hadir nanti bibit-bibit tanaman, kemudian juga ada ayam pedaging, ayam petelur yang akan dipergunakan untuk ketahanan pangan yang merupakan astacita-nya Bapak Presiden kita, Bapak Prabowo Subianto,” pungkasnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar