Bupati Jenguk Ibu Melahirkan yang Terjang Banjir di Patia

Bupati Pandeglang, Dewi Setiani menjenguk Sarminah (25) yang melahirkan di tengah banjir di Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kamis (22/01/2026).

KRAKATAURADIO.COM, PATIA - Seorang ibu yang hendak melahirkan di tengah banjir melanda Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Sarminah (25) dievakuasi oleh perangkat Desa. Dia dibawa ke bidan setempat untuk menjalani persalinan. Bupati Pandeglang, Dewi Setiani menjenguk Sarminah beserta anaknya yang lahir selamat.

 

Diketahui, warga Kampung Tongkol tersebut akan melahirkan pada Rabu (21/01). Rumahnya yang kebanjiran memaksa ia dan keluarganya harus menempuh perjalanan menggunakan perahu karet.

 

Kepala Desa Idaman, Ilman menerangkan, Sarminah dalam kondisi hamil tua dan harus segera mendapatkan penanganan medis, sementara rumahnya terendam banjir.

 

“Jarak tempuh perjalanan sekitar 2 km dari rumah ibu hamil ke bidan desa. Alhamdulillah sampai di sana dengan selamat dan langsung ditangani,” kata dia.

 

Bupati Pandeglang, Dewi Setiani menjenguk Sarminah dan anaknya seraya menyalurkan bantuan, pada Kamis (22/01). Peristiwa tersebut menjadi perhatian khusus karena menyangkut keselamatan ibu dan bayi di situasi darurat.

 

Dewi beserta jajaran menerjang derasnya arus Sungai Cilemer menggunakan perahu karet. Untuk mencapai desa yang dilanda banjir tersebut, rombongan Bupati menempuh perjalanan selama kurang lebih 30 hingga 40 menit menyusuri sungai.

 

Baca: Pemprov Berlakukan Moratorium Izin Pertambangan di Banten

 

Baca: Jalan Rusak Akibat Hujan, UPTD PJJ Pandeglang Lakukan Pemeliharaan

 

Meski medan cukup sulit, kehadiran orang nomor satu di Pandeglang itu disambut hangat dan penuh haru oleh masyarakat setempat.

 

Selanjutnya, Dewi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada bidan desa, aparat desa, serta warga yang sigap membantu proses evakuasi Sarminah hingga dapat melahirkan dengan selamat di fasilitas kesehatan.

 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu warga kami. Apa yang telah dilakukan ini semoga menjadi ladang ibadah dan kebaikan bagi kita semua,” ujarnya.

 

Ia juga mengimbau kepada aparat kecamatan, pemerintah desa, serta puskesmas agar lebih proaktif melakukan pendataan dan penyisiran, khususnya terhadap ibu hamil di wilayah rawan banjir.

 

“Jika sudah mendekati waktu persalinan, sebaiknya dilakukan evakuasi lebih awal ke tempat yang lebih aman agar ibu dan bayi bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal,” ucap dia.

 

Bidan Koordinator Puskesmas Patia, Lilis Sulastri menyatakan siap mengkoordinasikan seluruh bidan desa di wilayah rawan banjir, untuk mengantisipasi dan melakukan langkah cepat apabila terdapat ibu hamil yang membutuhkan penanganan khusus.

 

“Kami akan melaksanakan arahan tersebut dan terus berkoordinasi dengan bidan desa di lapangan,” tandasnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.