Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di Banten periode 23 - 27 Januari
![]() |
| Ilustrasi. |
KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Dalam sepekan terakhir, wilayah Provinsi Banten mengalami peningkatan curah hujan yang cukup signifikan. Kondisi tersebut telah mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor di sebagian wilayah Banten.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah II, Hartanto mengatakan, cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh kombinasi beberapa faktor, yaitu keberadaan sirkulasi siklonik, penguatan monsun dingin Asia, serta seruakan udara dingin (cold surge).
Ia menerangkan, peningkatan intensitas hujan di Banten dalam sepekan ke depan dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang masih aktif pada skala global, regional, dan lokal.
“El Nino–Southern Oscillation terpantau menguat pada fase negatif yang mengindikasikan La Nina lemah, sehingga mendukung peningkatan suplai uap air di wilayah Indonesia,” kata dia.
Di sisi lain, terpantau adanya pembentukan Bibit Siklon Tropis 91S di Samudra Hindia selatan NTB. Sistem baru ini berpotensi membentuk daerah konvergensi di Perairan Selatan Jawa hingga Pulau Timor, yang dapat memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan.
“Kondisi atmosfer juga dipengaruhi oleh aktifnya Monsun Asia yang membawa suplai massa udara lembap dari Laut Cina Selatan, bergerak melalui Selat Karimata hingga mencapai Pulau Jawa yang disertai dengan penguatan angin baratan di sekitar wilayah selatan Indonesia,” terangnya.
Aliran tersebut disertai penguatan angin baratan dan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah Banten.
“Selain itu, aktivitas Madden–Julian Oscillation dan Gelombang Kelvin secara spasial diprakirakan aktif melintasi Banten, serta labilitas lokal kuat turut mendukung proses konvektif dan meningkatkan potensi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Banten,” ucap dia.
Baca: Bupati Jenguk Ibu Melahirkan yang Terjang Banjir di Patia
Baca: Pemprov Berlakukan Moratorium Izin Pertambangan di Banten
Berdasarkan hasil analisis tersebut, pihaknya memprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem masih berpeluang terjadi pada periode berikut:
Pada 23 Januari 2026, hujan intensitas sangat lebat - ekstrem akan melanda wilayah Kota Tangerang, Kabupate Tangerang, Kota Tangerang Selatan. Hujan intensitas lebat - sangat lebat di Kabupaten Pandeglang bagian selatan, Kabupaten Lebak bagian utara dan timur.
Hujan intensitas sedang – lebat di Kabupaten Pandeglang bagian timur, Kabupaten Lebak bagian tengah, Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Cilegon.
Sementara pada 24 – 27 Januari 2026, hujan intensitas lebat - sangat lebat akan terjadi di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan.
Hujan intensitas sedang – lebat di Kabupaten Pandeglang bagian barat dan selatan, Kabupaten Lebak bagian utara dan timur, Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Cilegon.
Sementara potensi angin kencang hingga mencapai 45 km/jam berpotensi terjadi pada periode 23 - 27 Januari 2026 di wilayah Kabupaten Pandeglang bagian barat dan selatan, Kabupaten Lebak bagian barat dan selatan, Kabupaten Serang bagian barat dan utara, Kota Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.
“BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di wilayah rawan bencana, dengan melakukan langkah antisipatif demi keselamatan serta selalu memantau informasi cuaca resmi,” imbuhnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar