Tebing Bendungan Wisata Badudun Longsor Usai Diguyur Hujan Deras

Tebing bendungan wisata alam Badudun, di Desa Banyubiru, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, longsor pada Kamis (15/01/2026).

KRAKATAURADIO.COM, LABUAN - Tebing bendungan wisata alam Badudun di Desa Banyubiru, Kecamatan Labuan, Pandeglang, longsor setelah diguyur hujan deras, Kamis (15/01/2026).

 

Pengelola wisata alam Badudun, Abdullah mengatakan, longsor ini terjadi di dua kali dalam satu hari, yakni pada pagi dan siang hari. Diduga faktor hujan deras yang mengguyur Labuan sejak beberapa hari terakhir menjadi penyebab, ditambah kondisi tebing bendungan yang telah berusia puluhan tahun.

 

“Kalau tebing itu karena sudah bangunan lama sudah ada retaknya, cuma kan tidak ada tindak lanjut dari pemerintah. Tebing itu penahan saluran air yang mengairi sawah untuk desa Banyubiru, desa Caringin, dan desa Teluk,” kata dia.

 

Menurut dia, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini karena pada saat kejadian, tidak ada aktivitas warga di lokasi wisata tersebut.

 

“Kondisi bangunan sudah berumur 40 tahunan. Panjang tebing yang longsor kisaran 50 meteran,” ujarnya.

 

Selain tebing bendungan, longsor juga terjadi di lahan milik warga di atas bendungan. Akibat kejadian ini, kondisi wisata alam Badudun kini mengalami kerusakan cukup parah. Material tanah longsor terlihat menutup pintu air bendungan.

 

Baca: Cuaca Ekstrem, SPPG Labuan Mandiri Pastikan Distribusi MBG Lancar

 

Baca: Pemprov Banten Tekan Angka Putus Sekolah dengan Program Sekolah Gratis

 

Sekretaris Desa (Sekdes) Banyubiru, Ahmad Hasanudin mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut ke instansi terkait agar dapat segera ditindaklanjuti.

 

Dikarenakan bendungan ini debit airnya sangat besar, yang kami takutkan bendungan ini longsor semua sehingga air dari sini mengarah ke pemukiman warga, yaitu warga kampung Bantar Panjang,” ucap dia.

 

Pihaknya mengaku terus memberikan imbauan kepada masyarakat agar senantiasa waspada, mengingat cuaca ekstrem diprediksi masih terjadi dalam beberapa pekan ke depan.

 

“Cuaca dan curah hujan semakin kencang, yang kami khawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap masyarakat kami,” tandasnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.