Pelabuhan Bayah Jadi Fokus Pemeriksaan Virus Nipah
![]() |
| Ketua Tim Kerja 2 Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Banten, Budiman. |
KRAKATAURADIO.COM, LABUAN - Pelabuhan Bayah yang masuk dalam wilayah kerja Balai Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Labuan, menjadi fokus pengawasan terhadap potensi penyebaran virus Nipah.
Diketahui, mewabahnya virus Nipah di berbagai negara tetangga, membuat sejumlah wilayah di Indonesia melakukan tindakan antisipasi. Untuk itu, Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Banten, menggelar sosialisasi pencegahan penyebaran virus Nipah, khususnya di wilayah kerja Labuan, Selasa (10/02/2026).
Ketua Tim Kerja 2 BKK Kelas I Banten, Budiman, SKM, MKM menuturkan, tujuan sosialisasi ini memberikan pemahaman mengenai tugas pokok dan fungsi BKK dalam mendeteksi, mencegah, dan merespons potensi penyebaran virus Nipah melalui pelabuhan.
Ia menerangkan, fokus pengawasan meliputi pelabuhan yang diidentifikasi sebagai titik masuk utama karena menjadi tempat keluar masuknya alat angkut (kapal), barang, dan orang.
“Di wilayah kerja pelabuhan Labuan ini ada salah satu pelabuhan, yaitu di Bayah, PT Cemindo. PT Cemindo itu ada kedatangan kapal yang datang dari luar negeri, kebetulan dari Bangladesh. Bangladesh adalah salah satu negara yang diwaspadai untuk penyebaran penyakit Nipah ini,” kata dia, di kantor UPP Kelas III Labuan.
Menurut dia, terdapat sekitar empat kali kapal asing dari Bangladesh yang berlabuh di Bayah setiap bulannya untuk kegiatan muat barang. Kata dia, dalam prosedur pemeriksaan ini, setiap kapal asing wajib menjalani prosedur karantina sebelum melakukan aktivitas.
Petugas melakukan pemeriksaan suhu tubuh, analisis dokumen kesehatan maritim (Maritime Declaration of Health), serta pemeriksaan terhadap orang, barang, dan alat angkut.
“Dibutuhkan sinergisitas dalam pelaksanaan tugas tersebut terutama dengan stakeholder yang ada di bawah koordinasi kewilayahan melalui KUPP Labuan, Angkatan Laut, Polairud, stakeholder kewilayahan termasuk Puskesmas, dan termasuk terminal untuk kepentingan sendiri,” terangnya.
Baca: HPN 2026, Pemprov Promosikan Kekayaan Budaya dan Produk UMKM Lokal
Baca: Peringati HUT ke-18, Gerindra Pandeglang Santuni Anak Yatim
Ia menegaskan, saat ini Indonesia masih terbebas dari virus Nipah. Meski begitu, kewaspadaan dan pencegahan harus dilakukan. Pihaknya akan tetap melakukan deteksi serta pencegahan sesuai tupoksi dan bersinergi dengan semua pemangku kepentingan.
Salah satu pencegahan dilakukan dengan cara sosialisasi. Adapun sosialisasi serupa telah dilakukan ketiga kalinya di wilayah Provinsi Banten.
“Sosialisasi ini adalah yang ketiga. Pertama di wilayah kerja pelabuhan Bojonegara, kedua di pelabuhan Karangantu. Bagaimanapun adalah kewajiban kita bersama untuk pencegahan tersebut terutama di point of entry supaya deteksi berjalan dengan efektif,” tandasnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar