Pendamping PKH Targetkan 1.000 Siswa dari Keluarga Miskin Ekstrem Masuk SR

Katim Pendamping PKH Kabupaten Pandeglang, Ahmad Suhari.

KRAKATAURADIO.COM, PANDEGLANG - Tim Pendamping Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Pandeglang mulai mengintensifkan sosialisasi program Sekolah Rakyat (SR) di awal tahun 2026 ini. Program yang merupakan inisiasi Presiden ini bertujuan untuk memberikan akses pendidikan bagi masyarakat yang berada dalam kategori ekonomi rendah.

 

Katim Pendamping PKH Pandeglang, Ahmad Suhari menyatakan bahwa program ini difokuskan bagi keluarga yang terdata dalam kategori Desil 1 dan Desil 2 atau masyarakat dengan tingkat kemiskinan ekstrem.

 

Pria yang akrab di sapa Ucu Sadewa ini menerangkan, Kabupaten Pandeglang menjadi salah satu daerah di tingkat provinsi yang mendapatkan alokasi pembangunan gedung Sekolah Rakyat, yang berlokasi di Kecamatan Cadasari.

 

“Untuk Pandeglang ini tempatnya di Cadasari. Dari setiap provinsi dan Pandeglang salah satunya yang mendapatkan gedung yang boleh membangun gedung SR Sekolah Rakyat,” kata dia, Jumat (13/02).

 

Pihaknya mengaku memiliki target sebanyak 1.000 siswa yang menjadi siswa SR di Kabupaten Pandeglang, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

 

“Untuk teman-teman pendamping semuanya agar mensosialisasikan kepada masyarakat yang notabene mereka masuk ke Desil 1, Desil 2 supaya masuk ke SR. Karena targetnya itu masyarakat yang miskin ekstrem itu masuk ke Sekolah Rakyat,” terangnya.

 

Baca: Disdukcapil Pandeglang Percepat Transformasi Digital Kependudukan Lewat IKD

 

Baca: Gubernur Perkuat Pengamanan Pasokan dan Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadan

 

Menurut dia, program ini sebenarnya sudah mulai dirintis sejak tahun ajaran 2025/2026. Namun siswa asal Pandeglang mengikuti SR yang ada di Tangerang Selatan.

 

Untuk memenuhi kuota 1.000 siswa tersebut, Ucu mengaku telah menginstruksikan seluruh pendamping PKH di lapangan melakukan advokasi dan sosialisasi secara masif kepada masyarakat binaan.

 

Tugas ini kini menjadi bagian dari mandat pusat yang harus dijalankan beriringan dengan tugas rutin P2K2 (Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga).

 

Ia juga menekankan pentingnya akurasi data agar bantuan pendidikan ini tepat sasaran. Jika ditemukan adanya ketidaksinkronan data di lapangan, pihak PKH akan melakukan verifikasi melalui akun SIK-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation).

 

Nah nanti kita sinkronisasikan dengan di SIKS-NG. Karena kita punya akun baik SIKS-NG pendamping ataupun SIKS-NG di desa. Nanti kita sinkronisasikan kalau misalkan ada yang mau mengajukan atau ada yang mau masuk ke SR maka kita tetap harus dilihat dari data,” imbuh dia.

 

Ucu menyatakan optimisme bahwa kuota peserta di Pandeglang akan terpenuhi karena banyaknya masyarakat yang masuk dalam kategori Desil 1 dan Desil 2 di wilayah tersebut. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.