Pasar Labuan Kerap Macet di Bulan Ramadhan, Ini Kata Kapolsek

Kapolsek Labuan, Komisaris Polisi Nono Hartono di Krakatau Radio, Selasa (13/04/2021).

KRAKATAURADIO.COM, LABUAN - Sudah menjadi rutinitas tiap tahun di momentum bulan Ramadhan, pasar Labuan, Kabupaten Pandeglang, akan banyak dikunjungi oleh masyarakat baik yang berdomisili di wilayah Labuan maupun luar wilayah.

 

Banyaknya warga yang datang dari yang membeli keperluan sehari-hari, membeli makanan untuk berbuka puasa sampai ngabuburit. Akibatnya, kondisi arus lalu lintas di pasar Labuan selalu mengalami kemacetan, khususnya menjelang waktu berbuka puasa.

 

Berdasarkan pantauan, kemacetan lalu lintas ini berlangsung diantara pukul 16.00 sampai 18.00 WIB. Diprediksi kemacetan di bulan Ramadhan ini akan terus terjadi sampai memasuki malam takbiran nanti.

 

Hal ini dikeluhkan pengunjung pasar. Salah satu warga, Reni mengatakan, akibat pasar kerap macet, dirinya harus datang ke pasar lebih awal dari biasanya. Selain itu, kemacetan juga mengakibatkan polusi udara menjadi meningkat.

 

“Biasanya saya belanja buat beli makanan berbuka puasa jam 17.00 WIB, tapi pasar tambah rame. Akhirnya saya datang lebih awal, sekitar jam 4 sore. Terus macet juga bikin kita waswas, karena siapa tahu ada yang mau nyopet, kalau mepet gini kan gak tahu,” katanya.

 

Baca: Rawan Curanmor, Kapolsek Imbau Warga Tingkatkan Siskamling di Bulan Ramadhan

 

Baca: Jam Kerja ASN Selama Bulan Ramadhan Dikurangi

 

Menanggapi hal ini, Kapolsek Labuan, Kompol Nono Hartono mengatakan, kemacetan pasar Labuan di moment bulan Ramadhan dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari banyaknya kendaraan roda dua dan roda empat yang berhenti di pinggir badan jalan untuk berbelanja. Selain itu, kata dia, banyaknya pedagang musiman seperti pedagang takjil yang berjualan juga berdampak pada kemacetan.

 

“Mengantisipasi masalah kelancaran lalulintas di tempat-tempat jualan minuman dan makanan untuk berbuka puasa ini kan pasti rame, dagang timun suri biasanya tidak ada sekarang ada, jadi rame. Nah itu tentu ada kerawanan juga, parkirnya bisa sembarangan, nanti rawan terhadap pencurian disitu, rawan kecelakaan. Nah hal-hal seperti itu kita antisipasi,” kata Nono kepada Krakatau Radio, Selasa (13/04).

 

Pihaknya mengaku akan menerjunkan personel secara rutin untuk patroli. Personel yang diturunkan, kata dia, bertugas untuk mengurai kemacetan.

 

“Kita antisipasi dengan kita laksanakan patroli yang kita tentukan skala prioritasnya dimana yang rame, rawan, itu diprioritaskan skalanya,” beber dia.

 

Nono menambahkan, penempatan dan patroli para personel ini akan dilakukan pada saat waktu ngabuburit atau menjelang berbuka puasa.

 

“Jadi kita prioritaskan nanti di tempat-tempat keramaian nanti pada saat menjelang buka puasa terus malamnya kita laksanakan patroli di permukiman warga untuk menjaga kondusifitas wilayah,” pungkasnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.