Ketua DPRD Pandeglang Dicurhati Warga Carita Tentang Pengelolaan Sampah dan Inginkan Landmark

Ketua DPRD Pandeglang, Tb Udi Juhdi (kiri) saat menerima aspirasi dari pegiat wisata di Kecamatan Carita, Pandeglang, Rabu (15/12/2021).

KRAKATAURADIO.COM, CARITA - Warga Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, menyampaikan aspirasi terkait berbagai persoalan yang ada di kawasan wisata, diantaranya terkait pengelolaan sampah dan adanya landmark kepada Ketua DPRD, Tb Udi Juhdi.

 

Ketua Komunitas Peduli Pariwisata Carita (KPPC), Franky mengatakan, kawasan wisata Carita membutuhkan pembangunan landmark. Hal ini mengingat wisatawan yang masih menyebut Carita dengan nama Anyer.

 

“Yang pertama berbicara tentang landmark. Landmark itu kita pengen tugu selamat datang itu ada landmarknya. Ketika masuk orang itu ada tamannya, ada ucapan selamat datang pantai carita terus ada road map nya. Kita miris juga, banyak tamu-tamu di hotel, saya udah di anyer nih, jadi caritanya gak ada,” keluh dia saat menyampaikan aspirasi kepada Udi, Rabu (15/12).

 

Selain menginginkan pembangunan landmark, warga Carita juga berharap pemerintah daerah (Pemda) segera menuntaskan persoalan penanganan sampah, terutama di kawasan wisata dan pasar.

 

Baca: Ratusan Kades di Pandeglang Demo ke Jakarta, Tuntut Pemerintah Revisi Perpres 104

 

Baca: DPD KNPI Pandeglang Dukung Langkah Apdesi Revisi Perpres 104

 

Usai menerima aspirasi dari warga Carita, politisi Partai Gerindra ini mengaku siap memperjuangkannya.

 

“Untuk penanganan sampah saya akan mendorong pemerintah untuk segera menyiapkan penanganan sampah yang mana pada saat ini sampah itu di Pandeglang di pihak ketiga kan, nantinya akan segera saya sampaikan ke dinas lingkungan hidup ya, sudah sejauh mana langkah-langkah yang diambil oleh pihak ketiga dalam penanganan sampah,” kata Udi kepada Krakatau Radio, Kamis (16/12).

 

Baca: BIN Banten Gelar Vaksinasi Door to Door di Pandeglang, Siapkan 65 Ribu Dosis Vaksin

 

Politisi Dapil V ini menambahkan, berdasarkan keterangan warga Carita, sampai saat ini tidak ada fasilitas pembuangan sampah yang disediakan, sehingga sampah ini dibiarkan menumpuk dan akhirnya dibuang ke sungai dan mengalir ke laut.

 

“Karena mereka menyampaikan saat ini tidak ada penanganan khusus untuk sampah di Carita, baik di pasar maupun di pantai. Dan seandainya memang pemerintah belum bisa menyediakan TPA (tempat pembuangan akhir) berarti kan pemerintah harus intens melakukan pengangkutan sampah terutama dari pasar sarana-sarana wisata yang ada di seputaran carita,” beber dia.

 

Terkait dengan pembangunan landmark, ia juga mengaku akan mengajukan hal tersebut kepada Dinas Pariwisata (Dispar) agar dapat dianggarkan.

 

“Siap akan saya dorong ke dinas pariwisata untuk menganggarkan landmark apa yang disampaikan oleh para pegiat wisata daerah wisata,” pungkasnya. (Mudofar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.