Situs Peninggalan Bersejarah, Mengenal Kewadanaan Menes

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkihzw99_J-8WqcV1pW2UIN3ahTqRxdevhMm6LqA2hz6WR23MuWZwKQf6t5PAVoXiJO6-DpqxQ-Muv9aDMPREaZhsQUx8ZhPnIIeVVlz2CfxSqIYF8TuiOTOB3NYST0ssKsjjclp1hpR2y/s1600/gedung-pendopo-kewedanan-menes2.jpg
Gedung bekas Kewadanaan Menes salah satu bangunan sejarah yang masih utuh /kebudayaan.kemdikbud.go.id


KRAKATAURADIO.COM - Menes merupakan salah satu daerah yang terdapat banyak situs-situs peninggalan sejarah. 

Sebagai daerah yang terletak cukup jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Pandeglang, jika melihat banyaknya situs sejarah yang ada, di Menes, banyak terjadi peristiwa yang menyangkut kemerdekaan terutama sebelum kemerdekaan.

Salah satu bangunan sejarah di Menes yang masih utuh bangunannya dan dapat dinikmati serta digunakan adalah Kewadaanaan Menes.

Kewadanaan Menes ini, letaknya tak jauh dari alun-alun Menes.

Dilansirkabarbanten.pikiran-rakyat.com dari laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, Gedung bekas Kewedanaan Menes ini, secara administrasi letaknya berada di Jalan Komplek Cendana, Kelurahan Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten pandeglang.

Sedangkan secara astronomis, Kewadanaan Menes berada pada titik koordinat 06°22’34,3” Lintang Selatan dan 105°55’09,2” Bujur Timur.

Sebagai salah satu bangunan tua yang masih utuh, Gedung bekas Kewadanaan Menes ini merupakan bangunan kolonial yang diperkirakan dibangun sekira tahun 1848.

Secara arsitektur, Gedung bekas Kewedanaan Menes ini merupakan gabungan antara arsitektur lokal berupa bangunan pendopo dan arsitektur kolonial yang diwakili tembok-tembok berukuran tebal dan tinggi.

Arsitektur lokal terlihat dari atapnya yang memanjang, yang biasa disebut dengan istilah limasan.

Diketahui, bentuk atap seperti ini banyak ditemukan pada bangunan-bangunan yang berarsitektur Jawa.

Kemudian, Kewadanaan Menes juga memiliki facade yang menghadap ke arah utara dan terdapat serambi yang menjorok ke utara dan Voorrit (portico) yang merupakan kontruksi beratap menempel pada bangunan induk untuk ruang peralihan antara bagian luar dan dalam yang ditopang oleh empat buah tiang besi. Pada bagian luar, Gedung Kewedanaan Menes di kelilingi oleh selasar terbuka beratap yang ditopang oleh tiang-tiang kayu serta terdapat lisplang kayu yang berprofil mata tombak.

Sementara bagian dalamnya, Kewedanaan Menes dapat dibagi menjadi dua bagian ruang, yaitu ruang bagian depan dan ruang bagian belakang.

Ruang bagian depan Gedung bekas Kewedanaan Menes ini memiliki empat buah ruangan yang pada setiap sisi-sisinya masing-masing memiliki dua buah ruangan, yaitu ruangan pada sisi timur dan ruangan pada sisi barat.

Sebagai bangunan yang masih utuh, Kewadanaan Menes ini masih digunakan dalam berbagai aktivitas dalam lingkup pemerintahan kecamatan Menes. 

Dalam kegiatan-kegiatan perlombaan seperti paduan suara, lomba berceramah, perlombaan 17 agustusan, kewadanaan Menes sering digunakan. Termasuk, dalam prosesi latihan paskibraka, kewadanaan Menes masih sering digunakan. ( kabarbanten.pikiran-rakyat.com )

 


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.